DaerahUmum

PWI Perwakilan Palas Berikan Pelatihan Jurnalistik ke Siswa

PALAS | MIMBARRAKYAT – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Padang Lawas menggelar pelatihan jurnalistik bagi peserta didik tingkat SMK, Selasa (17/9/2019).

Pelatihan yang berlangsung di SMKN 1 Sosa diikuti sebanyak 60 siswa yang berasal dari sekolah SMKN 1 Sosa dan SMKS Al Jumhuriyah.

Kepala SMKN 1 Sosa, Rustam Efendi Pohan, menyambut baik pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan PWI Palas terhadap peserta didik, sehingga menambah pengetahuan tentang informasi yang benar dan hoaks.

“Melalui kegiatan ini dapat menggugah minat baca terhadap siswa serta pengetahuan metode tentang tata cara memahami berita serta menulis berita yang memberi manfaat bagi lingkungan sekolah,” kata Rustam sekaligus membuka kegiatan pelatihan jurnalistik.

BACA JUGA :   Pemkab Labuhanbatu Komit Mencari Bibit Atlet Terbaik

Dirinya berharap siswa dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik.

“Karena pelatihan ini bermanfaat menambah ilmu pengetahuan untuk mengetahui perkembangan informasi di era digital saat ini,” harap Rustam kepada siswa.

Ketua PWI Palas H Idaham Butarbutar mengatakan, profesi wartawan dikenalkan sebagai salah satu profesi yang diatur UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Tugas seorang wartawan adalah mengumpulkan informasi yang akurat lalu memuatnya di media cetak atau elektronik untuk disampaikan ke publik,” jelas Idaham.

BACA JUGA :   Akhyar Pantau Perkembangan ODP dan PDP di Posko Covid-19
Advertisement

Selanjutnya materi pelatihan disampaikam Abdul Rasyid Daulay tentang materi jurnalisme kekinian.

Menurut Rasyid, perkembangan zaman digital saat ini diyakini sejalan dengan apa yang berkembang di kalangan anak-anak remaja khususnya kalangan pelajar.

Seperti salah satu contohnya yakni media sosial yang intens dipergunakan menyampaikan informasi yang berkembang di sekitar dan itu merupakan pekerjaan jurnalistik.

“Di medsos ada siaran langsung, setiap momen tertentu banyak yang menggunakan ini. Nah ini adalah pekerjaan jurnalistik,” kata Rasyid mengulangi.

Materi selanjutnya dipaparkan Sunardi S tentang berita layak siar atau tayang. Dia memberikan contoh tentang berita dan pembuatan berita kepada peserta pelatihan.

BACA JUGA :   Rudapaksa Siswi SMA, Pekerja Bengkel Tidur di Penjara

“Dalam pembuatan berita harus dilengkapi dengan unsur 5W ditambah 1H, metode penulisan yang baik. Baik apapun itu bentuk beritanya, mau straigh news, hard news tetap memakai 5 W ditambah 1 H,” sebut Sunardi.

Di akhir kegiatan, peserta pelatihan diajak membuat berita. Bagi siswa yang dinilai baik, diberikan hadiah dari PWI Perwakilan Palas. (Ibnu Nasution)

Advertisement
Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: