DaerahNasionalUmum

Pembangunan PLTA Lau Gunung Kecewakan Masyarakat Desa Kempawa

DAIRI | MIMBARRAKYAT.ID – Masyarakat yang berdomisili di Desa Kempawa, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kecewa atas sikap PT IME yang dianggap tidak peduli atas kerugian warga sekitar akibat adanya pembangunan PLTA Lau Gunung.

Penasehat hukum para warga Wilter Sinuraya, SH, Ismail Tarigan,SH, Manaon Hasiholan, SH menyatakan telah mengirimkan somasi kepada perusahaan pada 9 Mei 2020.

“Ada 8 orang warga yang mengalami kerugian antara lain lahan seluas 1 Ha yang tidak dapat dipergunakan karena longsor dan sejumlah belasan pohon kemiri tumbang. Kami menduga telah terjadi kelalaian operasional dalam dugaan blasting (Peledakan) oleh perusahaan. Kami harap pihak PT IME punya itikad baik dan jangan mencoba mengelak dari tanggung jawab. Jangan buat warga resah, segera ganti rugi yang layak,” ujar para advokat dari kantor Hukum JPS tersebut.

Advertisement

Forum Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Karo (FORGAMMKA) yang juga pendamping masyarakat terdampak dari PLTA Lau Gunung, mengaku sangat kecewa atas sikap perusahaan. “Kami telah melaporkan terkait dampak pengerjaan PLTA. Lau Gunung, namun sikap dari perusahaan sangat berbanding terbalik dengan apa yang telah disepakati bersama tahun 2014 lalu,” ujar Nhov Trakapta Putra Kaban atau Dedok selaku kordinator hukum FORGAMMKA kepada wartawan, Rabu (20/05/2020).

Tambah Nhov Trakapta Putra Kaban dalam surat sosialisasi dimana pada poin ketiga disebutkan, bahwa PT IME akan bertanggungjawab terkait dampat dari pengerjaan proyek PLTA. Lau Gunung, di mana ganti rugi akan dibayarkan 10 kali lipat dari harga yang telah disepakati.

FORGAMMKA juga mempertanyakan sikap dari Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Dairi yang diduga melakukan pembiaran. “Kami meminta Pemkab Dairi agar lebih memperhatikan kesejahteraan warganya,” tegas Nhov Trakapta. (rill)

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button