Umum

BBKSDA Sumut Lepasliarkan Orangutan Ke Hutan Lindung Tapteng

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID –
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) melepasliarkan seekor Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) ke kawasan hutan lindung di kawasan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumut.

Sebelum dilepasliarkan, seekor Orangutan Tapanuli ini telah masuk ke pemukiman warga di Desa Dolok Nauli Kecamatan Adiankoting, Sibolga, Senin (13/01/2020) kemarin. Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi melalui Humas Andoko Hidayat kepada wartawan, Kamis (16/01/2020) menjelaskan evakuasi itu dilakukan menindaklanjuti informasi masyarakat yang menyebutkan adanya

BACA JUGA :   Akhyar Berikan Bantuan Door to Door Ke Warga Tegal Sari Mandala III

“Satu ekor Orangutan Tapanuli terlihat di pinggir jalan lintas Sibolga tepatnya di Desa Dolok Nauli Kecamatan Adiankoting,” ujarnya sembari menambahkan berdasarkan informasi tersebut, Kares Pelabuhan Laut Sibolga segera menghubungi Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Tarutung dan Kepala Bidang Wilayah II Pematangsiantar.

“Pada hari yang sama Kepala SKW IV menghubungi mitra BBKSDA Sumut yakni YOSL-OIC, YEL, Scorpion Indonesia dan masyarakat Dolok Nauli agar bersama-sama mengevakuasi orangutan di Adiankoting tersebut,” imbuhnya.

Advertisement

Setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, dikatakan Andoko pada 15 Januari 2020 dilakukan evakuasi dengan cara menembakkan obat bius pada titik koordinat N 01’53’24,7″ E 98’55’45,9.

BACA JUGA :   Sapa Warga Jermal XV, Kapolrestabes Medan : Masyarakat Harus Berani Memerangi Peredaran Narkoba

Dari pemeriksaan kesehatan orangutan yang dilakukan oleh drh. Tengku Jeni Adawiyah ini diketahui kalau orangutan tersebut adalah orangutan yang telah dievakuasi pada tanggal 13 Nopember 2019 di kawasan hutan lindung Adiankoting.

Diperkirakan orangutan tersebut kalah bersaing mencari pakan dengan kera. Sehingga mencari makan ke kawasan penduduk. Orangutan tersebut dalam keadaan sehat, berjenis kelamin jantan dengan berat 60 Kg dan diperkirakan berumur 24 tahun dan masih bersifat liar.

BACA JUGA :   94 Warga Ini Terjaring Razia Masker di Setia Budi

“Setelah berkoordinasi dengan tim, diambil kesimpulan bahwa orangutan tersebut dapat dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” kata Andoko.

Pelepasliaran dilakukan di PLTA Sipan Sihaporas Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang merupakan kawasan hutan lindung wilayah kerja KPH XI Pandan. Pelepasliaran dilakukan pada pukul 16.14 WIB pada titik koordinat N 01’45’07,9″ E 98’53’10.0. (Sarwo)

Advertisement
Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: