Umum

Akhirnya Tuntutan Abdul Majid Berkhitanan Terwujud

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID –
Orangtua Abdul Majid tak menyangka anak bungsunya yang berusia 11 tahun akhirnya bisa khitan. Sudah berkali-kali siswa kelas 5 SD ini meminta khitan pada orangtuanya, Ramadani dan Surya Darma. Tapi karena kondisi ekonomi dan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, orangtuanya belum bisa mengkhitankannya.

Nama Abdul Majid awalnya tidak masuk dalam daftar anak yang mengikuti Khitan Berkah yang digelar di Sekretariat Bersama (Sekber) Rumah Kolaborasi Jalan Cut Mutia Medan, Selasa (25/08/2020).

Namun, rezeki Abdul Majid, meski jadi peserta terakhir, dia bisa ikut kegiatan khitan yang digawangi pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution – Aulia Rachman ini.

“Setiap hari pergi kerja memang lewat Jalan Cut Mutia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Tadi lihat ada spanduk Khitan Berkah disini. Saya coba tanya, bisa tidak anak saya ikut. Kata panitia tidak bisa lagi, karena sudah terdaftar anak-anaknya. Dan saya dimintai nomor handphone oleh panitia, akan dihubungi saat tahap selanjutnya dilakukan,” tutur Surya Darma disapa saat menunggu giliran anaknya di khitan.

Namun, belum sempat Surya Darma beranjak dari Sekber, datang kabar bahwa seorang peserta tidak bisa mengikuti khitan karena belum waktunya. Sehingga tersisa satu ruang lagi untuk pengganti. Panitia pun langsung menyampaikan kabar ini ke Surya Darma, bahwa anaknya bisa ikut.

“Alhamdulillah, langsung saya telepon istri untuk menyiapkan Majid ikut khitan. Dan saya jemput ke rumah di Jalan Jermal 14, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Provinsi Sumut, ” tutur ayah empat orang anak ini.

Jam 12.15 WIB, sepedamotor Surya Darma pun memasuki halaman Sekber ditumpangi istrinya, Ramadani dan anak bungsunya Abdul Majid. Mengenakan baju koko berwarna putih, sepasang dengan celana putihnya, Abdul Majid tampak gembira. Impiannya untuk di khitan akhirnya tercapai.

Advertisement

“Setiap sholat di masjid, dia maunya gabung sama yang dewasa. Tapi selalu disuruh ke belakang karena belum khitan. Makanya dia menuntut ayahnya untuk khitan,” ucap Ramadani.

Terkait khitan ini, Surya Darma mengucapkan syukurnya. “Selaku masyarakat Kota Medan, saya sangat bahagia dengan kegiatan untuk umat muslim khususnya ini. Karena khitan wajib bagi laki-laki di Islam,” ungkap pria yang bekerja sebagai pengawas kebersihan di Masjid Agung Medan ini.

“Alhamdulillah, terbantu masyarakat kecil karena kegiatan khitan massal yang dibuat Bobby Nasution dan Aulia Rachman ini. Insha Allah ini menjadi suatu keberkahan dan menjadi suatu tolak ukur. Kepada masyarakat kecil harus lebih berempati,” sambungnya.

Katanya, kegiatan ini, merupakan kegiatan berkah untuk masyarakat kecil. Mudah-mudahan menjadi suatu keberkahan buat Bobby Nasution dan Aulia Rachman.

“Saya jadi simpatik dengan beliau,” tuturnya. Sebelumnya, Bakal Calon Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution berharap Khitan Berkah ini, benar-benar bisa membawa keberkahan bagi warga Kota Medan, khususnya yang tidak mampu.

“Kita melaksanakan khitan massal di masa pandemi Covid-19, memenuhi seluruh standar protokol kesehatan. Sehingga mengeleminir potensi-potensi penyebaran Covid-19,” ungkap pengusaha milenial ini.

Semangatnya, imbuh Bobby, juga membantu warga Medan yang memang terimbas pandemi secara ekonomi. Juga memberi pemahaman kepada publik bahwa untuk mengkhitankan anak, perlu kewaspadaan tinggi.

“Jangan sampai prosesnya tidak memenuhi standar protokol kesehatan,” kata penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini. Apalagi, lanjutnya, ini momentum yang tepat untuk khitan. Dimana anak-anak sedang proses belajar di rumah. “Artinya punya kesempatan untuk berkhitan,” pungkasnya. (Sarwo/rill)

Advertisement
Back to top button