Polhukam

Tangkap Ikan di Perairan Indonesia, 2 Kapal Asing Ini Ditangkap Polisi

BELAWAN | MIMBARRAKYAT. ID – Gara-gara menangkap ikan di perairan Indonesia tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi, dua kapal ikan asing PKFB 898 dan PKFB 1774 ditangkap Patroli KP Antareja 7007 Ditpol Airud Korpol Airud Baharkam Polri.

Di mana Kapal PKFB 898 ini berhasil ditangkap saat berada di posisi 04-32′ – 140 ” LU / 99 – 20′ – 472″ BT. Sedangkan untuk kapal PKFB 1774 yang juga ikut diamankan pada saat berada di posisi 04-33′-644″ LU / 99-21′-638″ atau 29 Myl diukur dari garis pantai terluar Indonesia.

Dirpol Airud Polda Sumut, Kombes Roy HM Sihombing mengatakan penangkapan kapal asing tersebut di saat petugas sedang melakukan patroli rutin Jumat (22/05/2020) sekira pukul 03.50 WIB. Di mana Kapal Patroli KP Antareja 7007 dengan Komandan Kapal, Kompol Yefri Dicson N yang merupakan personel dari Ditpol Airud Korpolairud Baharkam Polri ini melihat 2 kapal ikan asing yang mencurigakan.

Selanjutnya, kapal patroli KP Antareja 7007 ini melakukan pengejaran dan menghentikan serta melakukan pemeriksaan. Hasilnya yang ternyata kalau kapal motor yang mencurigakan tersebut merupakan kapal ikan asing PKFB 898 GT 68 berbendera Malaysia yang  dinakhodai Tun Tun warga negara Myanmar bersama ketiga ABKnya yang merupakan warga negara Myanmar.

Advertisement

Selanjutnya dengan mengunakan Ship Thunder,  petugas juga turut berhasil mengamankan kapal PKFB 1774 berbendera Malaysia dengan nakhoda Thein Pa warga Thailand yang ABKnya berjumlah 4 orang.

“Nakhoda dan Anak Buah Kapalnya (ABK) ditangkap ini karena melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia (ZEEI) yang tidak dilengkapi dengan dokumen sah, “kata Kombes Roy HM Sihombing saat ditanya wartawan, Minggu (24/05/2020).

Selanjutnya kedua kapal ikan asing tersebut beserta nakhoda, ABK dan ikan hasil tangkapannya diboyong ke Mako Ditpol Airud Polda Sumut guna proses penyidikan lebih lanjut.

“TKP penangkapan kapal berada pada wilayah perairan ZEEI. Untuk itu berdasarkan UU No 5 tahun 1983 tentang ZEEI dan Pasal 73 UU No 45 tahun 2009 tentang Perikanan, bahwasannya yang berwenang dalam menangani penyidikannya adalah PSDKP.

Maka penanganannya akan dilimpahkah ke petugas PSDKP Belawan. Atas perbuatannya itu, mereka dijerat dengan Pasal 92 Jo Pasal 93 ayat (2), Jo pasal 85 UU RI No.45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan.

Sebagai barang bukti dari kapal PKFB 898, petugas turut mengamankan dokumen kapal, GPS, radio, kompas dan ikan campur sebanyak 1,5 ton. Sedangkan dari kapal PKFB 1774 sebagai barang bukti dokumen kapal, GPS, radio, kompas, ikan campur seberat 500 Kg. (Irwan Pane)

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button