Polhukam

Ratusan Preman Diduga Bayaran Rusak Masjid Amal Silaturrahim, Ketua APMAS : Dilaporkan Ke Polsek Medan Area

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID – Ratusan orang yang diduga preman bayaran melakukan pengerusakan di Masjid Amal Silaturrahim, Rabu (23/10/2019) dini hari.

Akibatnya, sejumlah inventaris milik masjid yang berada di Jalan Timah Putih Rumah Susun Kelurahan Sukaramai II Kecamatan Medan Area, Kota Medan rusak. Kini kasusnya telah dilaporkan ke Polsek Medan Area.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Aliansi Penyelamat Masjid Amal Silaturrahim (APMAS), Affan Lubis kepada para wartawan membenarkan adanya aksi pengerusakan yang dilakukan oleh ratusan oknum preman diduga bayaran di masjid tersebut. Bukan itu saja, dirinya juga mendesak aparat kepolisian agar segera menangkap orang-orang yang merusak inventaris Masjid Amal Silaturrahim tersebut.

“APMAS akan melakukan aksi demo besar-besaran ke kantor Perum Perumnas yang diduga sebagai pihak yang berada di belakang aksi pengerusakan terhadap Masjid Amal Silaturrahim. Sebab, tindakan yang dilakukan oleh seratusan preman diduga bayaran tersebut merupakan tindakan biadab, “katanya sembari menambahkan selain mencuri kotak-kotak infaq, mereka juga merusak inventaris masjid seperti alat pendingin ruangan AC dan kipas angin, mimbar masjid, loudspeaker, kaligrafi, jam digital, ambal, kompor gas dan rekaman kamera CCTV.

BACA JUGA :   Terparkir di Pinggir Jalan, Sepedamotor Diduga Milik Pelaku Bom Bunuh Diri Diperiksa Polisi

“Saat merusak, mereka masuk ke dalam masjid memakai sepatu dan menjarah barang-barang inventaris. 40 kitab suci Al Quran raib,” sebut Affan Lubis yang saat itu didampingi sejumlah pengurus Ormas Islam seperti Ketua FUI Sumut Ustadz Indra Suheri, pengurus BKM Masjid Agung Medan Ustadz Azwir Ibnu Aziz, Ketua BKM Amal Silaturrahim Indra Syafii, tim kuasa hukum Ade Lesmana SH, Rahmad Gustin, Ustadz Abu Fajar dan sejumlah aktivis Ormas Islam lainnya.

Aksi pengerusakan tersebut sudah dilaporkan oleh pengurus BKM Masjid Amal Silaturrahim Indra Syafii ,53, ke Polsek Medan Area sesuai dengan nomor surat tanda bukti laporan pengaduan (STTLP) No.916/K/X/2019/SPKT Medan Area tertanggal 23 Oktober 2019.

BACA JUGA :   Pasca Dilantik, DPRD Palas akan Segera Bentuk Fraksi-fraksi

Kepada petugas SPK Polsek Medan Area, Indra Syafii melaporkan aksi pengerusakan yang terjadi dini hari. “Saat melakukan pengerusakan mereka mematikan lampu dan menyuruh 10 orang yang sedang berjaga di dalam masjid agar keluar. Dengan leluasanya mereka menjarah barang-barang inventaris hingga kerugian mencapai Rp103 juta,” ujar Indra Syafii didampingi Ade Lesmana SH.

Dijelaskan Indra, aksi para pelaku terhenti karena ratusan penjaga masjid berdatangan. Sehingga para preman diduga bayaran tersebut melarikan diri dan meninggalkan plang besi milik Perum Perumnas bertuliskan Dilarang Masuk Pasal 551 KUHP. Plang tersebut gagal dipasang karena massa penjaga dan pengawal masjid keburu datang menghalau kelompok preman bayaran tersebut.

BACA JUGA :   Kanit Resum 'Seret' Jurtul Kim ke ke Penjara

“Seandainya upaya para preman bayaran berhasil menguasai masjid maka mereka akan memasang plang milik Perum Perumnas. Ini mengindikasikan bahwa Perum Perumnas ada dibalik aksi Pengerusakan ini, apalagi barang-barang jarahan disimpan di kantor Perum Perumnas,” timpal Ade Lesmana.

Oleh sebab itu, tambah Ade Lesmana, aparat kepolisian harus segera menangkap para pelakunya yang terekam kamera CCTV agar tidak terjadi konflik berkepanjangan.

“Para pelaku terekam CCTV sehingga polisi mudah mengidentifikasinya. Bila pelaku sudah tertangkap maka akan diketahui siapa aktor intelektual di balik pengerusakan ini,” ujar Ade sambil mengharapkan agar Pemprovsu, DPRD Sumut, Pemko Medan agar turut berperan dalam menyelesaikan masalah Masjid Amal Silaturrahim ini.(Sarwo)

Berikan Komentar:

Tags
%d blogger menyukai ini: