Polhukam

Pria 32 Tahun Ini Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

MARELAN | MIMBARRAKYAT.ID – Warga Jalan Masjid Gang Arjuna, Lingkungan 6, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) digemparkan dengan  ditemukannya seorang pria yang tewas dengan kondisi tergantung di seutas tali nilon di dalam pondok yang bersebelahan dengan rumahnya, Selasa (25/08/2020) sekira pukul 17.50 WIB.

Diketahui korban bernama Herdianto (32) warga Jalan Masjid Gang Arjuna, Lingkungan 6, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumut.

Berdasarkan informasi, penemuan mayat gantung diri ini, pertama kali diketahui oleh anak korban yang bernama Tasya dan Daffa sedang bermain bersama keponakan korban, Airin di halaman rumah korban, Selasa (25/08/2020) sekira pukul 16.30 WIB.

Kemudian para saksi inipun naik ke atas rumah pondok yang berada di samping rumah korban, dengan maksud untuk masuk ke dalam rumah pondok tersebut. Dikarenakan pintu rumah pondok tersebut tertutup, lalu para saksi inipun mengetok pintu dan saat pintu terbuka para saksi melihat korban berada dibalik pintu dalam kondisi tergantung.

Advertisement

Lalu para saksi inipun memberitahukan hal tersebut kepada abang korban, Herman  yang langsung naik ke atas rumah pondok dan melihat korban telah meninggal dunia dengan cara gantung diri dengan menggunakan tali nilon warna hijau, dibalik pintu rumah pondok tersebut.

Selanjutnya abang korban memberitahukan hal tersebut kepada Kepling 6 Kelurahan Rengas Pulau, Greanto dan langsung menghubungi Bhabinkamtibmas dan  melaporkan hal tersebut ke Polsek Medan Labuhan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Andi Rahmadsyah bersama Pawas, Ipda T Siahaan dan Ipda Marlon D Hutapea datang menuju lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti -buktinya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Bahkan pihak keluarga korban tidak merasa keberatan atas meninggalnya korban dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi dengan membuat surat pertanyaan tidak keberatan yang ditandatangani oleh ibu korban, Ngatiyem yang diketahui oleh Kepling setempat. (Irwan Pane)

Advertisement
Back to top button