Polhukam

Modus OPAL, Dua Petugas PLN Gadungan Ini Dibekuk Polisi

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID – Personel Unit Reskrim Polsek Medan Timur yang melakukan gerak cepat (Quick Respon) akhirnya berhasil mengamankan 2 petugas PLN gadungan dari Jalan Pasar III Gang Buntu III, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Kedua petugas PLN gadungan yang diketahui berinisial Sy,41,warga Jalan Puri Gang Repelit, Kelurahan Medan Kota, Kecamatan Medan Area, Kota Medan Provinsi Sumut dan SA, 26, warga Jalan Rakyat, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Provinsi Sumut ini diamankan petugas, Selasa (04/02/ 2020) sekira pukul 19.00 WIB.

Kapolsek Medan Timur, Kompol Mhd Arifin SH melalui Kanit Reskrimnya, Iptu ALP Tambunan mengatakan kalau kedua tersangka ini ditangkap lantaran telah mencoba melakukan pemerasan terhadap Tianur Br. Naibaho,71,warga Jalan Pasar III Gang Buntu III,Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Provinsi Sumut dan Bomo Ompusunggu, 40, warga Jalan Rakyat Gang Pelajar Ujung, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Provinsi Sumut.

BACA JUGA :   Hari Kedua Lebaran, Volume Kendaraan di Simpang Empat Pusat Pasar Sibuhuan Masih Normal

“Aksi pemerasan PLN gadungan ini terjadi Selasa (28/01/ 2020) kemarin sekira pukul 17.00 WIB, “terang Iptu ALP Tambunan saat ditanya wartawan, Rabu (05/02/2020).

Dalam melakukan aksi kejahatannya, kedua tersangka datang ke rumah para korban yang berada di Jalan Pasar III, Gang Buntu III, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Provinsi Sumut dengan mengaku sebagai petugas PLN yang sedang bertugas melaksanakan Operasi Penertiban Aliran Listrik (OPAL) dengan memeriksa meteran listrik di rumah para korbannya.

BACA JUGA :   Rumah Pria Asal Jerman Digerebek, Inilah yang Ditemukan Polsek Medan Baru

“Begitu meteran listrik milik korbannya diperiksa, kedua tersangka ini mengatakan kalau meteran listriknya sudah tidak normal lagi. Sehingga para korban dipaksa harus membayar denda kepada para tersangka, “papar ALP Tambunan sembari menambahkan bahkan kedua petugas PLN gadungan ini juga menyampaikan jika dendanya dibayar ke kantor sebesar Rp 5 juta.

BACA JUGA :   Personel Sat Sabhara Tewas Tertembak Pistol, Begini Ceritanya

Kemudian tersangka ini meminta uang Rp 2 juta kepada Tianur Br. Naibaho sedangkan untuk korban Bomo Ompusunggu diminta kepada sebesar Rp 700 ribu. “Karena para korban mulai curiga,sehingga keberadaan para tersangka ini dilaporkan oleh masyarakat ke Polsek Medan Timur. Dengan menindak gerak cepat (Quick Respon) petugas langsung ke TKP dan  menangkap para tersangka dan memboyongnya ke Mako Polsek M. Timur untuk proses lanjut, “ungkap ALP Tambunan mengakhiri. (Sarwo)

Berikan Komentar:
Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: