Polhukam

Manager Keuangan di Kantor Pos Medan Ini Terjerat Korupsi Materai 6 Ribu

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID – Kendati Staf Keuangan Kantor Pos Medan berinisial SHH, telah dinyatakan bersalah dan divonis 5 tahun penjara. Ternyata, kasus korupsi penyalahgunaan materai 6 ribu yang terjadi di Kantor Pos Medan masih saja tetap bergulir ke pengadilan.

Untuk kali ini, giliran mantan Manager Keuangan dan BPM Kantor Pos Medan-20000 yang berinisal MMN (50) warga Komplek Vila Payung Teduh Jalan Klambir V, Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang akan bergantian menyusul SHH untuk menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Berkas untuk tersangka MMN ini sudah lengkap dan akan kita serahkan beserta barang buktinya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), “terang Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko didampingi Kasat Reskrim, Kompol Martuasah Tobing saat pres release, Kamis (03/09/2020).

Dijelaskannya, kalau kasus penyalahgunaan materai 6 ribu ini terjadi sejak tahun 2016 sampai 2018. Di mana tersangka SHS yang sebelumnya Staf Keuangan Kantor Pos Medan yang sudah divonis 5 tahun penjara ini telah terbukti melakukan kecurangan menyalahgunakan materai 6 ribu sebanyak 349 ribu keping yang mengakibatkan PT Pos Indonesia (Persero) mengalami kerugian sebesar Rp 2 miliar lebih.

Advertisement

“Dari hasil pemeriksaan, hasil dari kecurangan tersebut digunakan SHS untuk kepentingan pribadinya. Uang Rp 55 juta dan 25 Gram emas adalah hasil dari kecurangan SHS dari penjualan materai 6 ribu tersebut. Sedangkan sisa uang lainnya sudah digunakannya untuk bermain valas, “sebut Riko lagi.

Sedangkan untuk keterlibatan tersangka MMN, sambung Kombes Riko yang bersangkutan sebagai manager keuangan di perusahaan negara itu tidak melaksanakan pengawasan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya.

Sehingga materai 6 ribu hilang dan menimbulkan kerugian negara. “Dari putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, bahwa tersangka MMN terbukti bersalah menyalahgunakan kewenangan dalam jabatan,” papar Riko.

Dalam pengungkapan ini, polisi berhasil menyita barang bukti SK pengangkatan sebagai karyawan BUMN PT Pos Indonesia, SK jabatan sebagai manager keuangan dan BPM Kantor Pos Medan dan uang tunai Rp 55 juta lebih.

“Tersangka MMN dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 55 ayat 1 KUHPidana, “pungkas Riko mengakhiri penjelasannya. (Sarwo)

Advertisement
Back to top button