Polhukam

Dorr ! Satu dari Tiga Bandar Sabu Jaringan Internasional Mati Ditembak Polisi

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID – Satu dari tiga bandar Narkoba jaringan internasional tewas ditembak personel Sat Res Narkoba Polrestabes Medan, dalam suatu penyergapan dari 2 lokasi berbeda.

Adapun tersangka yang tewas ditembak mati tersebut berinisial S (41) warga Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh dan dua bandar lainnya yakni, A (46) dan IH alias I (50) yang keduanya merupakan warga Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Pada 20 September 2020 Tim Satres Narkoba mendapat info ada pengedar sabu di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut. Lalu anggota menuju ke TKP dan berhasil meringkus dua tersangka, A dan IH. Dari keduanya tim menyita barang bukti 2 Kg sabu, “kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi, Kasat Narkoba, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, Wakasat, Kompol Dolly Nelson Nainggolan dan Kanit Idik/III, Iptu Irwanta Sembiring dalam keterangannya, Jumat (25/09/2020).

Hasil pengembangan dari dua tersangka tersebut, petugas mengantongi identitas bandar lainnya. Pada 23 September 2020, petugas yang mengetahui keberadaan salah seorang bandar sedang berada di kawasan Jalan Glugur Rimbun, Diski, Kelurahan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kota Medan, Provinsi Sumut.

Advertisement

Di situ masih dikatakannnya, Tim bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan tersangka, S, dari tangannya disita barang bukti 5 Kg sabu. Namun, saat hendak diboyong ke Mapolrestabes Medan tersangka, S berusaha melakukan perlawanan dan mencobai melukai petugas dengan Senjata api (Senpi) rakitan.

Tak mau ambil risiko, petugas menembak tersangka, S dan memboyongnya ke RS Bhayangkara Poldasu. Tapi nyawa tersangka tak terselamatkan dan dinyatakan tewas.

“Hasil interogasi terhadap para tersangka, sabu itu didapatkan dari seorang bandar, N yang berada di Malaysia dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Para tersangka membeli sabu itu seharga Rp 300 juta/1 Kg dan dijual kembali menjadi Rp 350 juta/kilonya.

“Kami beli 1 kg seharga Rp 300 juta. Dijual kembali Rp 350 juta perkilonya. Hanya dalam sebulan 1 Kg sabu ludes terjual, “kata tersangka.

Karena perbuatannya, para tersangka bakal diganjar dengan Pasal 114 Ayat 2 Subs 112 Ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati. (Sarwo)

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button