Polhukam

Ditreskrimsus Poldasu Ikuti Pelatihan Mobile Forensic, Ini Tujuannya

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID –
Personel Subdit IV Tipidter  Ditreskrimsus Polda Sumut mengikuti kegiatan pelatihan mobile forensic dengan menggunakan software ‘Oxygen’ di Aula Tribrata Lantai I Polda Sumut, Senin (17/02/2020) kemarin.

Turut hadir dalam pelatihan ini diantaranya Direskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtama, KBO Ditreskrimsus AKBP Indra Utomo, PS Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus, Kompol Rahmat Affandi. Para Kanit Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus, para Kanit Tipiter jajaran Polda Sumut, perwakilan Wildlife Conservation Sosiety (WCS) Dwi Nugroho Adhiasto, dan Tim Cyber Crime Specalist Regional Wildlife Trafficking Specialist in Asia, Haryo Praditya.

BACA JUGA :   Kompol Daniel Jefri Naibaho Jabat Kapolsek Belawan, Kapolres : Duduk Bersama Cari Akar Masalah dan Penyelesaiannya

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam mengungkap kejahatan seperti penjualan satwa ilegal, Karhutla, ilegal logging, pencemaran lingkungan hidup, kejahatan migas dan lainnya lewat teknologi sesuai dengan tema acara “Meningkatkan kemampuan SDM personel Ditreskrimsus Polda Sumut dalam mengungkap kejahatan melalui kecanggihan tehnologi”.

BACA JUGA :   Tabrak 2 ABG Hingga Tewas, Kapolsek Patumbak : Diselidiki, Supir dan Kernet Truk Kabur

Acara dimulai dari kata sambutan Pimpinan WCS Dwi Nugroho Adhiasto yang menerangkan tentang perkembangan kejahatan satwa internasional, dan kecanggihan teknologi dapat membantu pengungkapan.

Selanjutnya, penyampaian materi Oxygen Mobile Forensic oleh Haryo Praditya yang menjelaskan profiling data pelaku kejahatan berikut jaringannya, dilanjutkan praktek.

Sementara Direskrimsus Poldasu Kombes Pol Rony Samtama menyampaikan ada beberapa permasalahan yang terjadi di Indonesia yang memerlukan teknologi untuk membantu pengungkapan.

BACA JUGA :   Satres Narkoba Polrestabes Medan Bakar 39 Kg Ganja Kering

“Meneruskan arahan Kabagreskrim, saat Rakernis Dittipiter di Mabes Polri, meliputi permasalahan Karhutla, illegal Logging, illegal mining, pencemaran Lingk hidup, kejahatan migas (illegal pumping) dan merkuri,” tandasnya. (Sarwo/rill)

Berikan Komentar:
Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: