Polhukam

Di Bawaslu Sumut, DKPP Mulai Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ( DKPP) hari ini, Senin (22/7/2019) mulai menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu yang dilaksanakan di Gedung Bawaslu Sumut di Jalan H Adam Malik Medan, Provinsi Sumatera Utara ( Sumut).

Berdasarkan informasinya, sidang pemeriksaan sidang kode etik yang direncanakan hingga Selasa (23/7/2019) tersebut, akan memeriksa 3 perkara yakni Nomor Perkara 159- PKE- DKPP/VI/2019, perkara 165- PKE-DKPP/VI/2019 dan perkara nomor 173-PKE-DKPP/VII/2019.

Dimana untuk Nomor Perkara 159- PKE- DKPP/VI/2019 dengan teradu Ketua dan Anggota KPU Kota Binjai yakni Zulfan Efendi, Abdullah Arkam dan Robby Effendi serta teradu lainnya Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Binjai Timur, yakni Danna Bhaku dan Misdianto.

Kelimanya diadukan oleh Irvan Pahala Manuel Subunan. Dalam pokok pengaduannya para teradu diduga melanggar prinsip jujur dan prinsip profesional dalam pelaksanaan rekapitulasi hasil suara untuk Pemilihan Umum Tahun 2019 di Kota Binjai.

BACA JUGA :   Raibnya Uang Rp 1,6 Miliar Milik Pemprovsu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan : 6 Saksi Diperiksa

KPU Kota Binjai diduga menetapkan keputusan yang keliru, dikarenakan rekapitulasi di tingkat kecamatan dan kota.Teradu diduga tidak cermat dan tidak teliti dalam hal pengguna hak pilih.

Kemudian pada Perkara Nomor 165- PKE-DKPP/VI/2019, teradunya adalah Ketua dan Anggota KPU Nias Selatan ( Nisel), yakni Edward Duha, Meidanariang Hulu, Repa Duha, Eksodi Makarius Dakhi dan Yulianto Gulo.Teradu lainnya Yulhasni dan Banget Silitonga, Ketua dan Anggota KPU Prov Sumatera Utara ( Sumut) juga Syafrida R Rasahan yang merupakan Ketua Bawaslu Sumut. Pengadunya adalah Dawido Bawamenewi yang merupakan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Nias Selatan yang kemudian memberi kuasa kepada Aulia Andri.

Para Teradu diadukan karena KPU Nias Selatan tidak melaksanakan putusan Bawaslu Nias Selatan terkait pelanggaran adnimistrasi. Pengadu merasa dirugikan secara admistrasi, hal tersebut menyebabkan hilangnya hak- hak konsitusi sebagai Caleg. Sedangkan teradu lainnya, KPU Prov Sumut sebagai atasan langsung diduga tidak berupaya melakukan pengawasan dan supervisi. Kemudian Ketua Bawaslu Sumut dianggap tidak serius dalam memberikan supervisi atau koordinasi terhadap koleganya, yakni KPU Sumut.

BACA JUGA :   Dorrr !! 1 dari 2 Pembunuh Mahasiswi Ini Tewas Ditembak Polisi
Advertisement

Selanjutnya pada perkara 173-PKE-DKPP/VII/2019.Teradu adalah Ketua dan Anggota KPU Nias yakni Firman Mendrofa, Elisati Zendroto, Iman Murni Telaumbanua,
Dedi Bale’e dan Sitori Mendrofa, dengan teradu lainnya, Ketua dan Anggota Bawaslu Nias, Novan Maskurnia Hura, Warling Telaumbanua, dan Nurjaya Harefa. Selain itu Ketua dan Anggota PPK Bawolato, Faigizanolo Lase dan Suardi Bawamenewi.

Pengadu dalam perkara 173-PKE- DKPP/VII/2019 adalah Yunius Relawan Zebua yang juga Caleg PDI Perjuangan Kab Nias. Dimana pokok aduan pengadu diantaranya adalah para teradu diduga melakukan pelanggaran Pemilu yang dilakukan secara konspiratif, terstruktur, sistematis dan masif.

BACA JUGA :   Kapolres Labuhanbatu Jenguk Korban Perampokan Sarang Burung Walet

Dalam rilis yang diterima sebelumnya, Kepala Biro Administrasi DKPP,  Bernard Dermawan Sutrisno menjelaskan bahwa agenda sidang tersebut adalah mendengarkan keterangan pengadu dan teradu, juga pihak terkait dan saksi- saksi yang akan dihadirkan. Dimana DKPP telah memanggil semua pihak secara patut, yakni 5 hari sebelum sidang pemeriksaan digelar. Dijelaskannya, sidang kode etik DKPP ini bersifat terbuka artinya masyarakat dan media dapat menyaksikan langsung jalannya sidang pemeriksaan.

Sidang pemeriksaan akan dipimpm Anggota DKPP bersama Anggota Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Prov Sumut. Yang digelar pertama Perkara 159-PKE-DKPP/VI/2019. Sedangkan perkara 173 PKE -DKPP/VII/2019 digelar pukul 13.30 WlB,  perkara 173 PKE- DKPP/VII/2019 akan dlgelar esok hari, Selasa (23/7/2019) pukul 09.00 WIB. ( Srw)

Advertisement
Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: