Polhukam

Cabut Laporan Pengaduan, Sarpan Ingin Kasus Penganiayaannya Dihentikan

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID – Sarpan (57) warga Jalan Sidumolyo Pasar IX, Dusun XIII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali lagi mendatangi Gedung Sat Reskrim Polrestabes Medan, Senin (31/08/2020).

Kedatangan korban penganiayaan ini datang kali ini bukan untuk dimintai keterangannya sebagai korban. Namun, pria berusia 57 tahun ini datang untuk mencabut laporan pengaduannya atas kasus penganiayaan yang sempat dialaminya yang dilakukan oleh sejumlah personel Polsek Percut Seituan.

“Korban Sarpan mencabut pengaduannya dan meminta agar perkaranya tidak dilanjutkan ke Pengadilan dan meminta perkara dihentikan tanpa ada unsur paksaan dan tekanan dari pihak manapun,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing kepada wartawan.

Ia mengatakan korban dan pihak Unit Reskrim Polsek Percut Seituan sepakat melakukan perdamaian, selanjutnya menjadi persahabatan dan persaudaraan ke depan dan apabila Sarpan ada kesulitan setiap saat bisa menghubungi pihak kepolisian.

Advertisement

“Korban membuat pernyataan untuk tidak melanjutkan pengaduannya di depan hukum,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan.

Diketahui sebelumnya, Sarpan membuat laporan atas kasus penganiyaan yang dialaminya ketika diperiksa di Polsek Percut Seituan sebagai saksi pembunuhan yang merenggut nyawa seorang kuli bangunan Dodi Somanto alias Andika (41) warga Jalan Letda Sujono Gang Gelatik, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut, Kamis (02/07/2020) kemarin.

Sebelumnya, puluhan warga dari Jalan Sidumolyo Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Seituan menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Polsek Percut Seituan Jalan Letda Sujono Medan, Senin (06/07/2020) sore.

Aksi unjukrasa ini digelar mendesak pihak kepolisian untuk membebaskan Sarpan. Atas kasus pembunuhan ini, Sat Reskrim Polrestabes Medan telah menetapkan tersangka pembunuhan yakni Anzar (27). Tersangka mengakui membunuh korban menggunakan cangkul hanya karena kesal dibully korban. (Sarwo)

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button