DaerahPemerintahan

Zona Merah Covid 19, Pemko Siantar Izinkan Penyelenggaraan Bazar

SIMALUNGUN | MIMBARRAKYAT.ID – Pandemi Covid-19 yang saat ini masih mewabah di negri ini, ternyata hanya dianggap sebelah mata oleh Pemerintahan Kota Siantar. Pasalnya, dengan situasi ini Pemko Siantar dengan terang-terangan menginzinkan digelarnya bazar di tempat keramaian.

Hal ini terlihat dengan hadirnya Festival Kuliner di parkiran Dinas Pariwisata. Bahkan, event tersebut telah mendapatkan izin pemakaian tempat dari Dinas Pariwisata dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Siantar.

Bazar yang digelar oleh Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) tersebut mendapatkan reaksi dari berbagai kalangan masyarakat. Mereka menilai Pemerintahan Kota Siantar tidak mematuhi protokoler kesehatan.

Seperti disampaikan Jimmy Gultom, seorang Tokoh Pemuda Pematangsiantar. Jimmy mengatakan, Pemko Pematangsiantar dianggap tidak mematuhi protokoler kesehatan yang dibuat oleh pemerintah.

“Inikan aneh, masyarakat disuruh jaga jarak dan hindari keramaian, namun pemerintah mengizinkan tempat keramaian dibuka bazar,” ungkapnya.

Artinya, lanjut Jimmy, Walikota Siantar telah lalai dengan rakyatnya dengan membuka bazar dan dengan kata lain melawan protokoler kesehatan.

“Sebab sangat berbahaya, orang dari mana saja datang ke tempat itu, dikawatikan penyebaran Covid 19 semakin berkembang,” jelasnya.

Advertisement

Penyebaran Covid 19 ini tidak main-main, sebab belum ada negara yang mampu menemukan penangkalnya. Rakyat disuruh patuh pada protokoler kesehatan, bila melanggar akan dihukum.

“Namun pemerintah kok bisa suka-suka saja, ini sudah enggak benar lagi. Pemko Siantar harus dihukum juga dong,” tegasnya.

Sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) No. 6/2020, Jokowi meminta kepala daerah se-Indonesia segera membuat aturan mandiri untuk menghukum warga yang cuek pada protokol kesehatan.

“Begitu juga Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah sudah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) No 19 Tahun 2020 tentang pencegahan dan penanganan Covid 19, lalu kenapa dilanggar,” tanya Jimmy.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar, Kusdianto mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Pematangsiantar dan akan menjamin dalam pelaksanaan bazar tersebut akan diterapkan protokol kesehatan.

“Pemberian rekomendasi untuk pelaksanaan bazar mengacu Peraturan Walikota Pematangsiantar No 19 Tahun 2020 tentang pencegahan dan penanganan Covid 19,” akunya.

Sedangkan Kepala Dinas Perizinan (DPMPTSP) Kota Pematangsiantar, Agus Salam saat dikonfirmasi via selulernya, membenarkan telah memberikan izin pelaksanaan kegiatan bazar. (rus)

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button