NasionalPemerintahanPendidikanPolhukam

Kalemdiklat Polri : Jadilah Pemimpin yang Berintegritas dan Kapabilitas

JAKARTA | MIMBARRAKYAT.ID – Serdik Sespimmen Lemdiklat Polri Dikreg Ke 60 T.A 2020 kembali mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kali ini, Senin (18/05/2020) kemarin pembelajaran jarak jauh dengan video conference di Smart Room IT Center Lemdiklat Polri ini menyampaikan mata kuliah Memimpin Perubahan dalam Lingkup Kerja dengan pematerinya oleh Kalemdiklat Polri, Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto, MSi.

Serdik Sespimmen Lemdiklat Polri Dikreg Ke 60 T.A 2020 yakni Kompol Wilson Pasaribu dan Victor Ziliwu yang mengikuti mata kuliah tersebut mengatakan kalau Kalemdiklat Polri ini berpesan dengan perubahan metode pendidikan yang dilaksanakan Serdik akibat Covid-19, kualitas hasil didik tidak berkurang.

BACA JUGA :   Usulkan 714 Kuota di CPNSD, Sekda BKD Pemkab Taliabu : Tunggu Pengumuman Menpan

“Beliau mengharapkan metode belajar jarak jauh ini dapat menambah semangat belajar, mengkaji, dan menggali materi dari pengajar. Di mana Pendidikan Sespimmen dirancang untuk mempersiapkan pimpinan pada tingkat menengah, “kata Kompol Wilson Pasaribu.

Kedua peserta didik (Serdik) Sespimmen Lemdiklat Polri Dikreg Ke 60 T.A 2020 yang pernah bertugas di jajaran Mapolrestabes Medan ini juga mengatakan dalam mata kuliah itu, pemateri juga menjelaskan kalau seorang pemimpin harus bisa mempersiapkan dirinya dalam menghadapi Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity (VUCA).

Volatiliy, situasi yang berubah sangat cepat dan besar. Terlebih pada situasi saat ini, kita harus menjaga physical distancing, dan menggunakan masker. Ini adalah situasi perubahan dan harus kita hadapi oleh karena itu, harus dengan cepat mengambil langkah. Sedangkan Uncertanity adalah ketidakpastian, di mana yang ada di depan kita belum tentu benar. Harus bisa melihat fakta di balik fenomena atau cerita. Complexity, melihat masalah yang terjadi dan ada dampak sosial yang besar, baik itu ideologi politik, sosial budaya dan kamtibmas.

BACA JUGA :   Buang Bayi ke Labusel, Warga Siantar Kini Dibui Polsek Kotapinang
Advertisement

Terakhir sambung Wilson yang ditimpali Vicktor adalah Ambiguity, yaitu fenomena akibat peristiwa lain. Sehingga kita melihat suatu kejadian dengan jelas.

“Hal tersebut perlu peran pemimpin untuk mengidentifikasi masalah, mengambil keputusan dengan benar dan tepat. VUCA harus diikat dengan integritas dan sebagai pemimpin tidak cukup hanya bermodalkan jujur, harus cerdas. Kita harus membawa organisasi menjadi inovatif dan kompetitif, dengan membangun kolaboratif serta berpikir proaktif, “kata mereka yang mengulang penyampaian Kalemdiklat Polri seraya menambahkan oleh karena itu, sebagai pemimpin, para Serdik harus mampu mengelola organisasi sehingga menghasilkan kinerja yang baik.

BACA JUGA :   Jurtul Kim Hongkong ini Diciduk Polisi di Warung Tuak

“ Diakhir penyampaian materinya, Bapak Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto ini juga menginginkan kita untuk menjadi pemimpin yang berintegritas dan kapabilitas, “ujar mereka berdua yang mengaku sangat serius dalam mengikuti mata kuliah tersebut. (Sarwo/rill)

Advertisement
Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close