DaerahPemerintahan

Jembatan Ambruk, Warga Sabahotang Semakin Terisolir

PALAS | MIMBARRAKYAT.ID – Jembatan gantung sungai Barumun sebagai akses sarana penghubung ke Desa Sabahotang, Kecamatan Barumun Baru, Kabupaten Padang Lawas yang ambruk dihantam luapan Sungai Barumun di akhir tahun lalu tak kunjung diperbaiki.

Akibat terputusnya akses masuk warga sebagai urat nadi desa, menyebabkan warga semakin terisolir.

Jembatan tersebut merupakan akses utama yang menjadi kebutuhan sekitar 200 lebih Kepala Keluarga atau sekitar 1.000 jiwa yang bermukim di desa tersebut.

Akibat tidak adanya akses jembatan lagi, akhirnya ratusan pelajar yang bersekolah di pusat ibukota Sibuhuan, terpaksa harus mengarungi sungai agar dapat sampai ke desa tetangga yakni Desa Sigorbus Jae.

Unggul Fahmi, warga Sabahotang saat dijumpai di lokasi jembatan, Selasa (18/8/2020) mengatakan, warga di desa ini terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk menyeberangkan hasil perkebunan dan pertanian untuk dibawa keluar dari desa, karena harus dilansir melalui sungai.

BACA JUGA :   Ketua Cabang Bhayangkari Palas Anjangsana ke Panti Asuhan dan Warga Kurang Mampu 

Apaila musim penghujan atau sungai meluap, kata dia, anak anak sekolah dari Desa Sabahotang terpaksa libur, karena takut hanyut terbawa arus sungai. Warga di desa ini menjadi terisolir, karena tidak adanya akses jembatan yang menjadi sarana penghubung ke laut masuk ke desa.

“Jika musim penghujan, anak anak sekolah tingkat SMP dan SMA yang berasal dari desa ini terpaksa libur sampai menunggu luapan air sungai menurun,” beber Fahmi.

Senada dengan Fahmi, Hasan menuturkan, kerusakan jembatan yang menjadi akses utama itu sudah sangat menyulitkan warga sampai saat ini.

BACA JUGA :   Danrem 022/PT Pimpin Sertijab Dandim 0209/LB, Letkol Inf Santoso Promosi ke Mabes AD
Advertisement

Warga setempat sempat beberapa kali membangun jembatan alternatif di dua titik di tengah aliran deras sungai agar bisa dilalui warga dengan memanfaatkan batang pinang dan lembaran papan seadanya sepanjang 7 dan 12 meter, tetapi jika air sungai meluap akhirnya terbawa arus.

“Jembatan alternatif yang sudah beberapa kali dibangun warga dengan dana patungan itu tidak bertahan dan hanyut saat sungai meluap,” cetusnya.

Warga berharap, pemerintah daerah bisa membangun kembali jembatan yang ambruk akibat luapan sungai itu, sehingga warga di desa ini tidak semakin terisolir.

Sebelumnya, Kepala Desa Sabahotang, Abi Jumroh Hasibuan menjelaskan, jembatan yang ambruk tahun lalu hanya tersisa besi dan kerangkanya saja, selebihnya papan jembatan telah hanyut terbawa arus sungai.

BACA JUGA :   Pemuda Jalan Subur Ini Sembunyikan 10 Paket Sabu di Celana Dalam

“Akibat tidak adanya akses jembatan, warga mengalami kesulitan untuk keluar dari desa, khususnya musim banjir akibat meluapnya sungai Barumun dan terpaksa harus bertahan di desa saja,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Palas, Harry Rizal Hasibuan mengatakan, pembagunan jembatan Sabahotang yang ambruk tahun lalu tersebut sudah dianggarkan dengan biaya Rp500 juta.

“Anngaran tersebut hanya sebatas untuk pembagunan pier tengah, untuk lantai dan lainnya akan dilanjutkan kembali tahun anggaran berikutnya,” kata Harry. (ISN)

Advertisement
Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close