DaerahPemerintahan

Inspektorat Periksa Kasus Penyelewengan Dana Desa Silenjeng

PALAS | MIMBARRAKYAT.ID – Kasus penyelewengan dana Desa Silenjeng, Kecamatan Sihapas Barumun, Kabupaten Padang Lawas tahun anggaran 2017 sampai 2019 mendapat perhatian serius dari Inspektorat Palas.

Inspektur Harjusli Fahri Siregar melalui Ketua Tim Penanganan Kasus Dana Desa Silenjeng, Rahmat S Siregar, Rabu (13/5/2020) membenarkan terkait penggunaan dana Desa Silenjeng yang bermasalah.

“Saat ini masih dalam investigasi dan pemeriksaan lanjutan dari Inspektorat terhadap kasus penyelewaengan dana desa tersebut,” kata Rahmat S.Siregar.

“Baru-baru ini kita telah turun bersama tim inspektorat untuk menindaklanjuti pemeriksaan terhadap pengelolaan dan pelaksanaan program yang bersumber dari dana Desa Silenjeng,” akunya.

Rahmat S Siregar yang didampingi Kesy Kusvio dan Ardian, menjelaskan, setelah turun ke Silenjeng, mereka akan melakukan ekpos di hadapan irban dan Inspektur. Dalam ekspos itu nanti akan diperoleh saran dan masukan dari Irban maupun Inspektur.

Setelah tim inspektorat turun langsung ke Desa Silenjeng, Inspektorat menemukan beberapa item proyek fisik yang belum dikerjakan, juga yang kurang volume pekerjaan.

Advertisement

“Namun sampai sekarang masih belum dapat dipastikan nilai nominal program kegiatan fisik yang masih belum dilaksanakan,” ujar Rahmat.

Ditegaskan, bagaimanapun juga pihak inspektorat meminta agar kepala Desa Silenjeng bertanggung jawab terhadap semua masalah pengelolaan dana desa yang dipimpinnya.

“Kita berharap agar kepala desa menyelesaikan seluruh program kegiatan yang bersumber dari dana Desa Silenjeng, sejak tahun 2017 hingga tahun 2020 belum ada kegiatan yang benar-benar rampung,” ucapnya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Silenjeng, Kasman Hasibuan mengatakan, masyarakat menolak untuk menggelar Musdes. Hal ini disebabkan penggunaan dana Desa Silenjeng sudah jauh menyimpang, sehingga masyarakat sepakat untuk tidak menggelar Musdes.

“Masyarakat beranggapan Musdes pun nanti, anggaran dana desa itu juga tidak bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” tegas Kasman. (Ibnu Nasution)

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button