PemerintahanPolhukam

CIFOR Apresiasi Bupati Labuhanbatu Terima Penghargaan ANPK Dari KPK

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID – Dewan Pimpinan Pusat LSM Corruption Indonesia Fuctionary Observation Reign (DPP CIFOR) mengapresiasi Bupati Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Dalimunthe menerima penghargaan penalis talkshow praktek baik pencegahan korupsi pada program Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) Tahun 2020 di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Jakarta Selatan, Rabu (26/08/2020) kemarin.

Penghargaan dan sertifikat ANPK tersebut langsung diserahkan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK.

Bupati Labuhanbatu pada acara penyerahan penghargaan tersebut di dampingi oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Labuhanbatu, Maznil Khairi  serta Kepala Dinas Sosial Labuhanbatu, Zainuddin Harahap.

“Seluruh masyarakat Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara pastilah merasa bangga apa yang telah dicapai pemerintahan yang dipimpin oleh H Andi Suhaimi Dalimunthe. Di mana sebelumnya juga pernah diundang oleh pemerintahan Pusat sebagai narasumber dan motivator dalam acara inovasi,” kata Sekretaris Jendral (Sekjen) LSM CIFOR, Ismail Alex MI Perangin-angin saat ditanya wartawan, Jumat (28/08/2020).

Saat ini sambungnya, Bupati Labuhanbatu, H. Andi Suhaimi Dalimunthe kembali lagi menuliskan sejarah dengan tinta emasnya bahwasannya Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu kembali meraih piagam dan sertifikat program Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) tahun 2020.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Ismail Alex juga memberikan saran kepada Bupati Labuhanbatu tersebut agar terhindar dari tindak pidana korupsi. Dirinya mengatakan sebagai kepala daerah Labuhanbatu haruslah bisa bekerjasama dengan jajarannya untuk mencegah korupsi.

“Perlu upaya bersama dengan kalangan aktivis, khususnya penggiat anti korupsi dan pihak lainnya untuk memberikan pengawasan, saran maupun kritik membangun dan pencegahan praktik korupsi di Pemkab Labuhanbatu,” harapnya.

Sebab terang Ismail Alex, ada beberapa titik rawan korupsi yang terjadi di Pemkab Labuhanbatu, di antaranya adanya birokrasi rekrutmen dan promosi jabatan, pengadaan barang dan jasa, sumbangan pihak ketiga, realokasi anggaran Covid -19, penyelenggaran Bantuan sosial (Bansos), pemulihan ekonomi nasional, pengesahan RAPBD dan laporan pertanggungjawaban laporan keuangan Pemkab Labuhanbatu.

“Korupsi bisa kita cegah kalau kita punya integritas. Defenisi dari integritas adalah kesatuan atau keselarasan antara hati, pikiran, akhlak, iman, rasa malu, perbuatan dan hati nurani, “tandasnya. (Irwan Pane)

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button