DaerahPariwisataPemerintahan

Resmikan Gedung Mapolda Kaltara, Kapolri Dianugerahkan Gelar Adat Dayak

KALTARA | MIMBAR RAKYAT.ID – Kapolri, Jenderal Tito Karnavian meresmikan Gedung Markas Polisi Daerah (Mapolda ) Kalimantan Utara (Kaltara), Gedung Sekolah Kepolisian (SPN ) serta  Rumah Sakit Bhayangkara, Kamis, (18/7/2019).

Kapolri beserta rombongan tiba di Lapangan Mapolda Kalimantan Utara ( Kaltara) menggunakan Helikopter Dauphin Polri. Sebelum memasuki tempat acara, Kapolri disambut dengan tarian adat dayak. Selain itu Kapolri juga menerima Penganugerahan Gelar Adat Dayak bernama Uyau Abeng Lihan Padan yang berarti seorang panglima yang gagah berani/ seorang pahlawan dan sekaligus pemimpin besar masyarakat.

Gelar Adat diberikan oleh Lembaga Adat Dayak Kaltara berdasarkan Rapat Adat dan dibuat Surat Keputusan. Saat dibacakan surat keputusan Kapolri dipasangkan pakaian dan kelengkapan adat dayak. Setelah menerima penganugerahan gelar adat kemudian Kapolri memasuki gedung utama Mapolda Kaltara untuk transit sejenak di ruang kerja Kapolda Kaltara.

Acara yang dilaksanakan di Aula Command Center Mapolda Kaltara ini dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan Doa. Kapolda Kalimantan Utara, Brigjen Pol. Drs. Indrajit, S.H dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bapak Kapolri di Kalimantan Utara, yang sekaligus menyampaikan beberapa progres pembangunan di wilayah hukum Polda Kaltara, serta bantuan hibah dari Pemprov Kaltara maupun Pemkab dan Pemkot di wilayah Kalimantan Utara.

BACA JUGA :   DKP Kota Medan Sahuti Keluhan Warga Paya Pasir

Sementara itu dalam sambutannya, Kapolri  Jenderal Tito Karnavian sangat berterimakasih kepada masyarakat Kaltara, Pemda, Pemprov hingga pihak swasta atas kontribusi yang tak ternilai dalam pembangunan Polda Kaltara.

Kapolri menyebutkan, adanya Polda Kaltara sekaligus markasnya juga merupakan bentuk perhatian pemerintah atas keamanan warganya yang juga sangat didukung masyarakat Kaltara dan pihak-pihak lainnya. “Pertama kali saya meninjau gedung ini, ada rasa kekhawatiran apakah Polda dapat berdiri dengan melihat kondisi yang ada saat itu, namun gubernur meyakinkan saya, gedung yang semulanya itu aset Pemkab Bulungan akan dirapikan,” jelas Kapolri.

Ia melanjutkan rasa kekhawatirannya tersebut lantaran berkaitan dengan anggaran untuk pembangunan markas, namun kata dia, berkat sinergi Pemprov dan Kabupaten/kota, khususnya Bulungan, aset yang sebelumnya diperuntukkan bagi DPRD Bulungan tersebut pun dihibahkan oleh Pemkab Bulungan, dan perlahan dibangun dan direnovasi dengan bantuan seluruh pihak yang ada.

BACA JUGA :   Mudir Ponpes Musthafawiyah Doakan Akhyar menjadi Pemimpin Amanah di Kota Medan
Advertisement

“Setelah terbentuknya Polda Kaltara, memang personel sempat menumpang di Polres Bulungan dan perlahan pindah ke Mapolda ini setelah banyaknya kontribusi yang diberikan baik itu melalui CSR, pemerintah dan masyarakat, sehingga hari ini bisa diresmikan,” jelas dia.

Kapolri juga menjelaskan, pembangunan Mapolda Kaltara bukan pemberian dari pusat. Semua berasal dari masyarakat, Pemda dan Pemprov serta swasta atau bisa disebut urunan. Sehingga kata dia, itu bedanya Polda ini dengan Polda lainnya.

“Sejarah ini tidak boleh hilang, untuk itu saya juga perintahkan jajaran polda untuk dapat membuat prasasti untuk dipasang di depan Polda, sehingga generasi ini dan berikutnya bisa malu hati dan tidak pantas untuk menyombongkan diri kepada masyarakat,” tegas dia.

Untuk itu Kapolri juga berharap agar fasilitas yang ada tersebut benar-benar menjadi unsur yang kuat dalam memberikan keamanan di Kaltara. Kemanan di Kaltara kedepannya agar bisa lebih baik lagi.

“Tujuan utamanya adalah berkaitan dengan keamanan yang lebih baik dan mempermudah pelayanan, tidak bergantung dengan Kaltim lagi, baik itu urusan ke Balikpapan maupun ke Samarinda,” katanya.

BACA JUGA :   Antisipasi Virus Corona, Dinkes Palas Siaga dan Minta Kerjasama Masyarakat

Kapolri juga mengimbau agar masyarakat Kaltara tetap menjaga situasi Kamtibmas untuk terus kondusif, sebagai modal untuk mengembangkan daerah, dengan demikian investor bisa tertarik berinvestasi di daerah.

“Apabila terjadi konflik, tidak akan ada yang mau investasi di daerah, untuk itu daerah harus aman dulu, tentunya itu peran serta masyarakat Kaltara untuk terus menjaga kondusifitas,” pungkas Kapolri.

Dalam kunjungan kerjanya di Kaltara kali ini, Kapolri meresmikan Mapolda Kaltara, SPN dan RS Bhayangkara dengan menandatangani prasasti peresmian. Selain itu Kapolri juga memberikan penghargaan kepada Kepala Daerah yang telah berpartisipasi mendukung pembangunan Polda Kaltara.

Penghargaan diberikan kepada Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, Bupati Bulungan Sudjati, Bupati Nunukan Asmin Laura, Bupati Tana Tidung Undunsyah, Bupati Malinau Yansen T.P dan Wali Kota Tarakan Khairul.

Dalam peresmian Mapolda Kaltara Kapolri didampingi Karopenmas BJP Dedi Prasetyo, Karo Provos BJP Hendro Pandowo dan Koorspripim Polri KBP Ferdy Sambo. ( Srw/rill)

Advertisement
Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: