DaerahPariwisata

Puskesmas Sibuhuan Sosialisasikan Deteksi Dini PTM

PALAS | MIMBARRAKYAT.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Padanglawas melalui Puskesmas Sibuhuan melaksanakan sosialisasi gerakan deteksi dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di empat kecamatan yang meliputi Kecamatan Barumun, Barumun Selatan, Lubuk Barumun dan Ulu Barumun, Jumat (19/7/2019) di Aula Puskesmas Sibuhuan.

Sosialisasi itu menghadirkan narasumber dari Dinkes Provinsi Sumatera Utara dengan peserta kegiatan masyarakat dan kepala desa.

Kepala Dinkes Kabupaten Palas Hj.Leli Ramayulis M.Kes melalui Kepala Puskesamas Sibuhuan dr.Faisal Siregar didampingi Camat Barumun As’ad Tufeil Nasution mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM.

BACA JUGA :   Pengurus Rumah Ibadah Doakan Polri Semakin Dicintai Masyarakat

“Selain itu, mengontrol dan menjaga kesehatan secara optimal baik preventif seperti penyuluhan dan kuratif misalnya rujukan ke puskesmas serta meningkatkan cakupan deteksi dini PTM usia produktif,” kata Faisal.

Menurut dr.Faisal, PTM dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risikonya yakni merokok, diet yang tidak sehat, kurang aktifitas fisik dan konsumsi minuman beralkohol. Mencegah dan mengendalikan faktor risiko relatif lebih murah bila dibandingkan dengan biaya pengobatan PTM.

BACA JUGA :   Wujudkan Desa Bersinar, Dua Pengedar Narkoba di Desa Nagur Kucar-kacir
Advertisement

“Pengendalian faktor risiko PTM merupakan upaya untuk mencegah agar tidak terjadi faktor resiko bagi yang belum memiliki faktor risiko, mengembalikan kondisi faktor resiko PTM menjadi normal kembali atau mencegah terjadinya PTM bagi yang mempunyai faktor resiko. Selanjutnya bagi yang sudah menyandang PTM, pengendalian bertujuan untuk mencegah komplikasi, kecacatan dan kematian dini serta meningkatkan kualitas hidup,” terangnya.

BACA JUGA :   Miliki Sabu, Pasutri Asal Riau Ditangkap Polres Palas

Kata Faisal, salah satu strategi pengendalian PTM yang efisien dan efektif adalah pemberdayaan dan peningkatan peran serta masyarakat.

“Masyarakat diberikan fasilitas dan bimbingan untuk ikut berpartisipasi dalam pengendalian faktor resiko PTM dengan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan deteksi dini, monitoring faktor risiko PTM serta tindak lanjutnya. Kegiatan ini disebut dengan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM,” pungkasnya. (Ibnu Nasution)

Advertisement
Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: