Nasional

Warga Tolak Perusahaan Kayu Masuk di Empat Desa di Taliabu

TALIABU | MIMBARRAKYAT.ID – Masyarakat di empat desa menolak perusahaan kayu yang masuk di Dusun Nabi, Desa London, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut), Jumat (16/10/2020).

Stevi Maruanaya (47) warga Desa London mengatakan adanya perusahaan kayu yang masuk di Desa London ini merupakan kesalahan perusahaan, karena tidak pernah melakukan sosialisasi dengan masyarakat terkait dengan perusahaan HPH ini masuk di Desa London.

“Jadi kami sebagai masyarakat Desa London pada intinya tetap tegas menolak, karena kalau perusahaan ini masuk akan berdampak lingkungannya terkena kepada kami, “ujarnya. Karena sambungnya, contoh kecil kerugian masyarakat itu seperti di antaranya tanaman-tanaman pasti digusur termasuk kondisi air Gela.

“Kemarin, kalau Pemerintah Desa Gela tidak mengambil langkah untuk tidak membuat lagi saluran air di pinggiran kampung. Bisa saja, kelapa- kelapa milik masyarakat di Desa Gela juga roboh, karena menjaga air jangan sampai masuk ke kampung, “bebernya.

Perusahaan ini bakal beroperasi seluas 86 ribu hektar, sehingga masuk ke perkebunan masyarakat. Di sana bilangnya lagi, ada banyak tanaman-tanaman adat, bahkan kuburan juga ada.

“Masyarakat tetap bersikeras tidak mau. Tidak boleh alat mereka itu menginjakkan kakinya di tanah Taliabu ini, apalagi di Desa London. Kalau ia paksakan turun ke desa, pasti masyarakat akan rugi. Saya sudah pernah bekerja di perusahaan HPH puluhan tahun juga jadi saya tahu. Ada yang bilang perusahaan ini menguntungkan rakyat, apalagi ini HPH bukan HR, kalau HR itu betul menguntungkan rakyat, karena rakyat mendapat feenya kayu, tapi kalau bilang HPH masyarakat tetap rugilah. Siapa bilang masyarakat untung, “kesalnya.

Advertisement

Terkait dengan izin Amdal, dirinya juga mengatakan bahwa mereka pernah turun, namun tidak pernah memanggil masyarakat untuk mengadakan sosialisasi tentang Amdal di Desa London.

“Untuk itu, kami tetap menolak perusahaan ini beroperasi di Taliabu, karena ini sudah dikatakan penipuan, “kata Stevi, Rabu (14/10/2020) kemarin malam. Secara terpisah, pihak keluarga Abia Nanu, Minggu (10/10/2020) kemarin malam lalu mengatakan bahwa mereka tidak melarang pihak perusahaan untuk menurunkan alat-alat beratnya. Akan tetapi, tidak bisa melakukan aktivitas logging karena masyarakat tidak mau untuk menjual tanah mereka.

“Apapun yang terjadi masyarakat tetap menolak. Sudah 3 kali untuk sandar akan tetapi masyarakat menolaknya sehingga tidak bisa beraktivitas. Sempat mau mendarat di kebun warga namun warga menolaknya, mereka meminta pihak perusahaan mendaratkan alat-alat mereka di lokasi yang sudah dibayarkan. Untuk itu, kami meminta kepada pihak penegak hukum agar segera menggeserkan kapal yang bermuatan alat berat ini dari perairan Desa London ini, tegasnya. (Bumay)

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button