Nasional

Plt Ketua KAMMI Aceh : KAMMI Sudah Pengalaman Dalam Tangkal Radikalisme dan Komunisme

BANDA ACEH | MIMBARRAKYAT.ID –
Plt Ketua KAMMI Aceh, Muhd Tona Fajri, SPdI, MPd mengatakan organisasi KAMMI sudah banyak pengalaman dalam menangkal radikalisme dan komunisme.

“Islam itu Rahmatul Ilahi, bukan teroris dan bukan radikal. Kita pernah melaksanakan pelatihan Bela Negara di Rindam IM pada tahun 2014 lalu yang diikuti 150 nahasiswa,” ujarnya pada Musyawarah Wilayah (Muswil) KAMMI Aceh dan Seminar Kebangsaan dengan tema “Generasi Muda dalam Menangkal Radikalisme dan Komunisme” dilaksanakan di Aula Mahkamah Syari’ah Aceh, Komplek Keistimewaan, Kota Banda Aceh, Sabtu (2/11/2019).

Menanggapi isu radikalisme yang berkembang di masyarakat, Fajri mengajak untuk menangkal serta menghindari berkembangnya faham tersebut. Ia juga berharap adanya regenerasi kader-kader KAMMI untuk meneruskan kegiatan seperti itu selanjutnya. “Bagi adik-adik mahasiswa, regenerasi kedepan nantinya harapan kami agar dapat mengikuti kegiatan ini dan munculkan ide-ide yang bisa membangun bangsa dan negara. Kami tdk ingin jika selesai kuliah hanya menjadi politisi saja, jadilah kader atau pengusaha, intelektual, birokrat ataupun cita-cita kita apa saja yg menjadi keahlian dan potensi kita di bidang masing-masing, “pintanya.

BACA JUGA :   Akhyar dan Wamen LHK Tanam Pohon di HPSN 2020

Sementara itu, Tuanku Muhammad, SPdi, anggota DPRA dalam sambutannya mengatakan KAMMI akan melahirkan pemimpin-pemimpin besar yang berkompeten serta dapat memberikan Kontribusi terbaik untuk Aceh dan bangsa ini.

Advertisement
BACA JUGA :   Lima Hari Jaringan Telkomsel Padam, Pebisnis Online di Pulau Taliabu Merugi

“Kita nomor dua terbanyak di seluruh Indonesia karena memiliki 8 Pimpinan Daerah (PD) KAMMI di Aceh. Terimakasih atas kehadiran para kader dari kabupaten/kota dan kecamatan seluruh Aceh,” ungkapnya.

Tuanku Muhammad juga berharap kepada kader-kader KAMMI agar dapat kuat secara fisik maupun mental dalam menangkal radikalisme dan komunisme. “Kami berharap kader-kader KAMMI kuat secara fisik dan mentalnya, artinya jangan hanya kuat badan tegap tetapi mentalnya rusak. haram bagi KAMMI jika kuliah tidak selesai,” ungkap Tuanku Muhammad.

“Dengan dididik dan diberikan pembekalan seperti kegiatan Bela Negara di Rindam IM, para kader KAMMI dapat disiplin dan menjadi contoh yang baik,” imbuhnya.

BACA JUGA :   Proyek Pembangunan Daya Listrik di Desa Sangkuang Terbengkalai, Diduga Ini Faktor Penyebabnya

Menjadi pemateri dalam Seminar Kebangsaan, Kolonel Inf Kosasih, SE, Perwira Ahli Kodam IM Bidang Sosbud menyampaikan bahwa salah satu cara dalam menangkal radikalisme adalah selalu menjaga serta memelihara persatuan dan kesatuan. “Jangan pernah berhenti belajar hingga akhir hayatmu, generasi muda itu unsur penting dalam pemerintahan. Sebagai agen pembawa perubahan, maka tanggung jawab dan peran Mahasiswa/generasi muda disegala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dgn nilai yang terkandung dalam pancasila dan amanat UUD 1945,” ujar Kolonel Kosasih. (rill)

Advertisement
Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: