EkbisNasional

Luar Biasa ! 290 Perwakilan Usaha Ikuti Webinar Sosialisasi Pajak Digital

JAKARTA | MIMBARRAKYAT.ID –Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengucapkan terimakasih atas keikutsertaan 290 perwakilan usaha dan konsultan pajak pada seminar online (Webinar) yang diselenggarakan, Jumat (29/05/2020).

Kegiatan ini digelar dalam rangka persiapan implementasi pajak pertambahan nilai bagi barang dan jasa digital yang dijual oleh pelaku usaha perdagangan melalui sistem elektronik atau e-commerce luar negeri.

“Selain konsultan dan pelaku usaha yang telah memiliki perwakilan di Indonesia, webinar ini juga diikuti oleh perwakilan pelaku usaha dari 10 yurisdiksi lainnya yaitu Amerika Serikat, Australia, China, Hongkong, India, Inggris, Jepang, Singapura, Swedia dan Thailand, “terang Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga Saksama dalam siaran persnya yang diterima mimbarrakyat.id, Jumat (29/05/2020) malam.

Dalam siaran persnya tersebut,
DJP juga mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kerjasama dari asosiasi usaha dan konsultan yang telah membantu menyampaikan undangan kepada para anggota dan klien mereka.

“Secara khusus DJP menyampaikan apresiasi atas kerjasama dari American Chamber of Commerce in Indonesia, European Business Chamber of Commerce in Indonesia, serta US-Asean Business Council, “ucapnya.

Advertisement

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah menetapkan pemungutan PPN atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual yang dilakukan oleh pedagang atau penyedia jasa luar negeri, baik secara langsung maupun melalui platform marketplace.

Dengan berlakunya ketentuan ini, maka produk digital seperti langganan streaming music, streaming
film, aplikasi dan games digital, serta jasa online dari luar negeri akan diperlakukan sama seperti berbagai produk konvensional yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari yang telah dikenai PPN, serta produk digital yang dijual oleh pelaku usaha dalam negeri.

Segera setelah aturan ini mulai berlaku pada 1 Juli 2020, Direktur Jenderal Pajak (DJP) akan menetapkan kriteria pelaku usaha yang wajib menjadi pemungut PPN produk digital, serta daftar pelaku usaha yang ditunjuk untuk menjadi pemungut.

Dengan demikian, maka pemungutan PPN paling cepat akan dimulai pada bulan Agustus, sehingga diharapkan memberi cukup waktu baik bagi para pelaku usaha produk digital luar negeri maupun DJP agar dapat mempersiapkan sistem pemungutan, pembayaran dan pelaporan yang mudah, sederhana dan efisien.(rill)

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button