NasionalPolhukam

Gagalkan 47 Bungkus Sabu, BNN : Selundupkan Narkoba Dicampur Hasil Pertanian Modus Baru di Masa Pandemi Covid-19

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan kalau di masa pandemi Covid-19, modus baru yang digunakan para jaringan Narkoba dalam meloloskan barang haramnya tersebut, yakni dengan cara dibawa dengan menggunakan mobil truk yang bermuatan bahan-bahan hasil pertanian.

Modus baru yang tengah ‘digandrungi’ oleh para jaringan Narkoba tersebut, seperti di antaranya penyeludupan Narkoba yang dibawa dengan truk bermuatan beras. Kemudian Narkoba dicampur dengan biji Jagung serta Narkoba yang dicampur dengan muatan buah Pisang telah berhasil diungkap.

Bahkan kali ini, personel BNN juga telah berhasil mengungkap  penyeludupan 47 bungkus sabu, dengan modus pengiriman buah Kelapa dengan menggunakan mobil truk tronton dari Aceh ke Jakarta.

“Jaringan Narkoba dengan modus selipkan sabu dengan buah kelapa ini berhasil kita ungkap dari Jalan Dusun 19, Pasar Empat Germenia, Desa Klambir V, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis (13/08/2020) kemarin sekira pukul 17.30 WIB, “terang Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari saat press release di Mako BNN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Jalan William Iskandar, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut, Senin (17/08/2020).

Dari penyergapan itu masih dikatakannnya, 2 orang pria yang masing-masing berinisial M alias Ipon selaku supir truk dan M alias Yusuf alias Barmat selaku kernetnya berhasil diamankan.

Bahkan saat petugas melakukan penggeledahan di mobil truk tronton BL 8853 KU yang mereka kendarai tersebut, petugas pun menemukan 47 bungkus sabu dengan berat brutto 49,480 Kg yang disembunyikan di dalam rongga bak truk yang disamarkan dengan buah Kelapa sebanyak 31 Ton.

“Dari hasil interogasi kedua tersangka ini mengaku kalau mereka disuruh mengantarkan sabu tersebut dari Aceh ke Jakarta oleh IS yang berada di Aceh, serta HER yang berada di Rutan Kelas I Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), “papar Arman Depari yang turut didampingi Kepala BNN Provinsi Sumut, Brigjen Atrial.

Lalu BNN pun melakukan pengembangan dan mengamankan tersangka HER dari dalam Rutan Kelas I Palembang, Provinsi Sumsel dengan menyita handphone miliknya, serta menangkap tersangka IS di kawasan Kampung Sukarejo, Dusun Nelayan, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Provinsi Aceh.

“Dari pengakuan tersangka HER kalau sabu itu milik E (Buron) yang berada di Aceh. Truk yang berisi sabu yang disamarkan dengan muatan Kelapa tersebut berasal dari Malaysia dan akan dibawa ke Jakarta, “terang Arman Depari seraya menegaskan kalau par tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Dalam kesempatan itu, Irjen Pol Arman Depari juga menjelaskan modus seludupkan Narkoba dicampur hasil pertanian ini, merupakan cara para jaringan Narkoba untuk mengelabui petugas dan menyamarkan aksinya.

Sebab sambungnya lagi, mobil truk yang mengangkutan logistik di masa pandemi Covid-19 ini akan diberikan kelancaran pendistribusianya. Sehingga para jaringan Narkoba tersebut beramsumsi kalau mobil angkutan logistik mereka akan lolos dan tidak diperhatikan oleh petugas.

“Perlu diketahui, kalau Provinsi Sumut dan Aceh merupakan daerah yang paling rawan terhadap masuknya Narkoba dari luar Negeri. Bahkan, kedua Provinsi itu juga sebagai pengguna Narkoba terbesar di Indonesia, “tutupnya mengakhiri penjelasannya. (Sarwo)

 

 

Advertisement
Back to top button