KesehatanNasional

Mobile JKN, Solusi Jitu di Tengah Pandemi Covid 19 dan Lockdown di Cabang Medan

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID – Di era digitalisasi saat ini, masyarakat dimanjakan dengan berbagai kemudahan. Cukup dengan satu kali klik, apa yang menjadi keinginan dapat segera terpenuhi. Begitu juga dengan peserta JKN KIS.

Sejak dilaunching sekitar 3 tahun lalu oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, kehadiran aplikasi Mobile JKN ini terbukti mampu menjawab kebutuhan peserta akan pelayanan kesehatan, apalagi di masa pandemi COVID-19 dan anjuran penerapan protokoler kesehatan.

Tak hanya itu, aplikasi ini juga sebagai solusi di tengah tidak beroperasionalnya kantor BPJS Kesehatan Cabang Medan pada Senin (13/7/2020) lalu, menyusul adanya karyawan mereka yang tertular COVID-19.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan Sari Quratul Ainy, mengungkapkan pihaknya menghentikan sementara kegiatan layanan administrasi tatap muka. Penutupan layanan itu dilakukan mulai 13 Juli hingga 24 Juli 2020 dan mereka memastikan pelayanan kepada peserta tetap dapat dilakukan melalui kanal-kanal yang sudah disiapkan.

“Prioritas kami adalah tetap memberikan pelayanan administasi kepada peserta. Selain peserta dapat menghubungi care center BPJS Kesehatan di 1500 400, atau aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Cabang Medan juga menyediakan nomor WhatsApp yang dapat dihubungi oleh peserta untuk pelayanan informasi, pengaduan pesera serta layanan administrasi,” ujar Sari dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2020).

Berdasarkan data yang diterima dari BPJS Kesehatan Cabang Medan, penggunaan Mobile JKN di wilayah Cabang Medan terdapat peningkatan di masa lockdown. Di mana, pada Juni terdapat 8.190 peserta yang melakukan registrasi aplikasi Mobile JKN, sedangkan di Juli terdapat 9.440 peserta.

“Kalau kita lihat dari angka ini, sudah jelas Mobile JKN ini adalah sebuah aplikasi yang visioner. Artinya, sebelum ada peristiwanya lockdown atau di masa pandemi Covid 19 ini, BPJS Kesehatan sudah mengantisipasinya jauh hari sebelumnya,” sebut Pengamat Sosial dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Mujahiddin SSos MSP, Senin (31/8/2020).

Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP UMSU ini menjelaskan, Mobile JKN juga memiliki sejumlah fitur yang tak kalah lebih penting seperti Skrining Riwayat Kesehatan, Skrining Mandiri COVID-19, berkonsultasi dengan dokter, hingga Program Relaksasi bagi penunggak iuran di masa COVID-19.

“Saya sudah lihat aplikasi ini, saya rasa ini bagus sekali ya. Di samping bisa mendeteksi dini penyakit, ada juga fitur program relaksasi. Jadi bagi penunggak iuran, bisa mengikuti program yang satu ini. Selain ada penyesuaian premi, pemerintah juga turut serta prihatin dengan kondisi perekonomian rakyatnya melalui program relaksasi ini,” terangnya.

Di sisi lain, orangtua dari salah seorang peserta JK KIS, Bunda Syifa Syauqi menceritakan pengalamannya menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk mengubah faskes.

“Kemarin kan sempat enggak beroperasi kantor yang di Jalan Karya. Jadi, dengan aplikasi ini kita dimudahkan dalam segala urusan. Walaupun kantornya tutup, tapi pelayanan masih bisa kita dapatkan. Artinya kita tidak terlantar gara-gara kantornya tutup,” terangnya.

Selain simple dan mudah, lanjut dia, peserta juga bisa melihat ketersediaan tempat tidur dalam aplikasi ini, sehingga aplikasi tersebut dapat meminimalisir terjadinya kecurangan dari rumah sakit.

“Saya rasa ini cukup baik ya, dengan fitur-fitur yang hampir dikatakan sempurna dalam satu aplikasi. Ditambah lagi kita bisa ajukan pengaduan keluhan. Jadi dulu ada pengalaman sebelum adanya ketersediaan fitur ini di Mobile JKN. Dulu waktu bawa mendiang ayah ke salah satu rumah sakit di Medan, adik saya mencoba mengecek dan saat itu melihat di layar monitor rumah sakit akan adanya ketersediaan tempat tidur dan untuk memastikannya adik saya kemudian bertanya ke orang yang di reseptionis, karena ayah kami lagi di jalan menuju rumah sakit itu. Kemudian orang yang di reseptionis menjelaskan ada. Nah, ketika ayah sampai di sana, malah mereka bilang enggak ada bed, ini kan enggak benar, kan kita kesal jadinya. Setelah berdebat panjang lebar, akhirnya reseptionis mengatakan bednya sudah ada. Jadi dengan adanya fitur ini di aplikasi, tentunya kecurangan itu diharapkan tidak ada lagi, jika pun masih ada, kita bisa mengajukan keluhan di aplikasi ini,” ucapnya.

Advertisement

Wanita berusia 29 tahun ini juga mengajak peserta lain agar mengunduh aplikasi Mobile JKN. Di samping simple dan mudah, peserta tidak lagi perlu harus direpotkan dengan mendatangi kantor cabang dan mengantre berjam-jam hanya untuk mengurusi keperluan administrasi ataupun layanan yang ada.

“Cukup sekali klik, kita bisa dengan mudah mengakses keperluan kita. Jadi sudah saatnya peserta mendowload aplikasi yang satu ini, apalagi sekarang adalah era digital, di mana pemerintah kita juga sedang menggadang-gadangkan industri 4.0,” jelasnya.

Kehadiran Mobile JKN ini tidak hanya disosialisasi secara berkesinambungan oleh masing-masing kantor cabang di seluruh Indonesia. Bahkan, di fasilitas tingkat pertama seperti puskesmas, aplikasi ini terus digaungkan.

“Pastinya Mobile JKN ini mempermudah akses layanan peserta untuk mendapatkan layanan, baik di puskesmas ataupun lanjutan,” beber Kepala Puskesmas Bestari Kota Medan, dr Indra Gunawan belum lama ini.

Dalam berbagai kesempatan dan pertemuan, pihaknya juga sudah menyosialisasikan Mobile JKN ini sejak awal aplikasi ini diluncurkan. Bahkan pihaknya juga menyediakan banner akan manfaat dalam mengakses Mobile JKN.

“Kalau dulu pasien menjunjukkan kartu, namun sekarng pasien cukup menunjukkan mobile JKN-nya saja dan nanti petugas kita akan melayaninya,” bilangnya.

Indra menerangkan, ada lima kemudahan ketika menggunakan aplikasi Mobile JKN yakni kemudahan mendaftar dan mengubah data kepesertaan, kemudahan mengetahui informasi data peserta dan keluarga, kemudahan mengetahui informasi tagihan dan pembayaran iuran.

“Kemudahan mendapatkan pelayanan di faskes dan kemudahan menyampaikan pengaduan dan permintaan informasi seputar JKN-KIS,” jelas Indra kembali sembari menyampaikan, di aplikasi ini juga tersedia histori pelayanan peserta lengkap dengan diagnosanya.

“Aplikasi ini juga menampilkan pertanyaan-pertanyaan skrining, setelah peserta menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut akan keluar hasil skrining. Jadi peserta dapat mengetahui potensi risiko terhadap empat penyakit yaitu Diabetes Melitus, Hipertensi, Ginjal Kronik dan Jantung Koroner. Hal ini sangat diperlukan mengingat kebanyakan masyarakat baru sadar mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase lanjut,” terangnya kembali.

Oleh karenanya, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko penyakit-penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan pun mengimbau peserta JKN-KIS untuk melakukan skrining kesehatan. “Skrining ini hanya bisa dilakukan satu kali dalam setahun,” jelasnya kembali.

Indra pun mengajak seluruh peserta JKN KIS untuk menggunakan aplikasi JKN KIS melalui Google Play ataupun App Store. “Aplikasi Mobile JKN merupakan inovasi untuk kemudahan calon peserta atau peserta JKN-KIS,” tukasnya. (Khairuddin Arafat – Penulis adalah editor di mimbarrakyat.id)

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button