Kesehatan

Bawaslu Ingatkan ASN Agar Tidak Terlibat Politik Praktis di Pilkada Medan

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak terlibat dalam politik praktis di ajang Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 mendatang.

“ASN harus tetap menjaga kenetralitasannya dan tidak berpihak kepada salahsatu Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Medan, “terang Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan, Payung Harahap saat menggelar Rapat Dalam Kantor (RDK) bersama awak media di kantor Bawaslu Medan Jalan Sei Bahorok, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Rabu (16/09/2020).

Dalam melakukan pencegahan agar ASN tidak terlibat politik praktis, Payung Harahap yang didampingi Komisioner Bawaslu Medan, Taufiqurrahman Munthe juga menegaskan kalau Bawaslu Medan telah melakukan pencegahan terkait adanya keberpihakan ASN sejak sedini mungkin, termasuk dengan melakukan kerjasama dengan Pemko Medan yang tertuang di dalam Surat Keputusan Bersama (SKB).

Selain itu Taufiqurrahman juga menjelaskan jika dalam pengawasan yang dilakukan pihaknya ditemukan ada pelanggaran. Maka akan dilakukan penindakan berdasarkan pelanggaran yang dilakukan.

Advertisement

“Jika pelanggarannya dalam bentuk administrasi maka akan dilaporkan ke BKD dan pihak mereka yang melakukan penindakan. Sedangkan bila pelanggarannya berbentuk tindak pidana maka akan ditangani sentra Gakkumdu,” paparnya.

Selain itu, Taufik menjelaskan jika Paslon yang sebelumnya menjabat seperti Plt, maka jika sudah ditetapkan tidak bisa lagi menggunakan fasilitas negara seperti mobil dinas, ajudan yang berprofesi sebagai PNS serta fasilitas lainnya.

Terakhir Taufik juga berpesan agar para ASN lebih bijak dalam bermedia sosial. Karena pelanggaran kerap terjadi di media sosial (Medsos).

“Jika sudah penetapan Paslon, maka para ASN tidak bisa lagi komen atau sekedar memberi ‘Like’ pada status Paslon. Karena itu bisa menjadi pelanggaran,” tutupnya mengakhiri. (Sarwo)

 

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button