Ekbis

Pemulihan Ekonomi Tepat Sasaran Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Sumut

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID – Dengan melakukan kebijakan pemulihan ekonomi yang tepat sasaran, serta dibarengi dengan penanganan kesehatan yang optimal, diharapkan akan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut ) untuk tumbuh lebih kuat lagi dari sebelumnya.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat saat Bincang Bareng Media (BBM) yang digelar secara virtual dan tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di Gedung Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Jalan Balaikota, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumut, Jumat (04/09/2020) sore.

Di mana, kebijakan pemulihan ekonomi telah dijalankan untuk meminimalisir dampak pelemahan daya beli masyarakat yang terjadi akibat PHK.

“Kebijakan tersebut antara lain melalui kebijakan restrukturisasi kredit UMKM, serta penyaluran social safety net bagi masyarakat terdampak melalui refocusing APBD. Namun demikian, dengan perkembangan capaian perekonomian di triwulan II,
pemerintah perlu upaya ekstra untuk mendorong ekonomi terutama pada triwulan IV agar keseluruhan tahun masih dapat tumbuh positif, “terang Wiwiek.

Sedangkan dalam kebijakan penanganan kesehatan bilangnya lagi, perlu diperkuat untuk mencegah risiko terhambatnya kegiatan ekonomi.

“Kebijakan pemulihan ekonomi akan optimal apabila dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan dan
meningkatkan kegiatan 3 T (Testing, Tracing dan Treatment), “jelasnya.

Advertisement

Di kegiatan BBM tersebut, Wiwiek Sisto Widayat juga menyampaikan mengenai perkembangan inflasi di Sumatera Utara, di mana emas perhiasan merupakan salahsatu faktor yang memicu inflasi di Kota Medan, Kota Padangsidmpuan dan Sibolga.

Sementara itu, Cabai Merah menjadi salahsatu penyumbang inflasi utama di Medan, Pematangsiantar dan Gunungsitoli akibat kendala produksi lokal, di tengah kenaikan harga -harga, penurunan harga daging ayam ras dan Bawang Merah di seluruh kota IHK menahan laju inflasi lebih tinggi.

Namun demikian masih dikatakannya, upaya pengendalian inflasi tetap dijalankan. Di mana dalam rangka menjaga kestabilan harga, TPID telah melakukan koordinasi rutin dengan beberapa langkah pokok sesuai Ketersediaan Pasokan, Kelancaran
Distribusi, Keterjangkauan Harga, Komunikasi yang Efektif (4K).

“Dalam rangka menjaga stabilitas inflasi tetap rendah dan pada kisaran target nasional, penguatan kelembagaan dan infastruktur menjadi salahsatu poin penting dalam upaya pengendalian inflasi. Inisiasi kerjasama antar daerah, pengadaan Controlled Atmosphered Storage (CAS), penguatan kelembagaan BUMD pangan, dan optimalisasi Sistem Resi Gudang (SRG) mengambil peran penting untuk mewujudkan inflasi yang terjaga serta mendukung kesejahteraan petani, “papar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut ini. (Sarwo)

Advertisement
Back to top button