Ekbis

Kumpulkan Dubes Asing, Menhub Cari Dukungan RI Jadi Anggota IMO

Jakarta – Indonesia tengah menggalang dukungan negara-negara anggota International Maritime Organization (IMO/Organisasi Maritim Internasional) dalam pencalonan sebagai anggota Dewan IMO kategori C periode 2019-2021. Kementerian Perhubungan pun hari ini mengumpulkan para duta besar (dubes) negara-negara sahabat untuk mencari dukungan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019).

“Alhamdulillah juga dalam forum malam ini dari 95 undangan yang kita undang 61 confirm hadir, dan sebagian besar duta besar juga hadir, 32 duta besar hadir dan yang lain confirm untuk hadir,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H Purnomo usai menggelar pertemuan.

BACA JUGA :   Ulang Tahun ke-7, Wakai Siapkan Promo Buy One Get One All Items di Gerai Seluruh Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, negara-negara sahabat memberi sinyal untuk memberikan dukungan, namun dia belum bisa menyebutnya nama negaranya.

“Banyak, tapi belum layak kita sebutkan karena negara-negara sahabat rata-rata ingin saling men-support. Kalau dilihat dari jumlah yang datang lebih banyak dari 2 tahun yang lalu, lebih banyak. Jadi dari situ sudah kelihatan kalau kita lebih berpengaruh lah ya untuk didukung,” paparnya.

BACA JUGA :   Nyusuri Sungai Deli, Bobby Nasution Ingin Kembalikan Identitas Kota Medan
Advertisement

Budi menilai banyak manfaat yang diperoleh Indonesia dengan bergabung menjadi anggota dewan IMO. Benefit pertama adalah Indonesia bisa berkontribusi dalam mengusulkan hal-hal sektor maritim.

“Bayangkan kalau kita negara besar, negara maritim tidak masuk di sana kita akan tertinggal. Jadi kita harus berperan aktif di sana, bukan hanya sebagai anggota tapi bagaimana kemanfaatan komersial, kemanfaatan fungsional, dan keterlibatan one on one dengan negara lain itu sangat penting,” ujarnya.

BACA JUGA :   Harga Emas Dunia Jatuh ke Level Terendah

Budi optimis bakal mendapat dukungan dari negara sahabat walaupun diakui terdapat banyak saingan untuk memperebutkan posisi yang sama.

“Pengalaman saya 2 tahun lalu kegiatan saling men-support itu dilakukan secara baik dan kans kita menjadi anggota kembali itu besar sekali,” tambahnya. (dtc)

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: