Ekbis

KPw Prov Sumut Gelar KKSU, Wiwiek : Mengakselerasi Kebangkitan UMKM di Tengah Pandemi Covid -19

MEDAN | MIMBARRAKYAT.ID – Kepala Perwakilan Bank Indonesia BI Provinsi Sumatera Utara ( KPw Prov Sumut), Wiwiek Sisto Widayat mengatakan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung ini sangat berdampak besar pada sektor ekonomi.

Di mana, masyarakat berada dalam kondisi waspada dan sangat berhati – hati dengan membatasi aktivitas dan konsumsi khususnya yang dilakukan langsung, tentunya hal ini berimbas pada transaksi jual beli di pasar.

“Berbagai elemen pelaku usaha tentunya terkena imbas termasuk para pelaku UMKM. Pada krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008, sektor UMKM menjadi penopang ekonomi. Namun saat ini, sektor UMKM justru paling rentan atas imbas pandemi Covid-19 ini, “terang Wiwiek Sisto Widayat dalam sambutannya saat membuka  Pembukaan Pameran Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2020 di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Provinsi Sumut, Jumat (28/08/2020).

Namun demikian masih dikatakannya, di sisi lain dampak pandemi Covid- 19 ini juga dapat menjadi kesempatan dan peluang bagi para pelaku UMKM, untuk menciptakan peluang usaha baru menyesuaikan dengan perilaku belanja masyarakat yang semakin mengarah pada layanan Dalam jaring (Daring) untuk memenuhi kebutuhan dan mengurangi transaksi secara langsung /tatap muka.

Dalam upaya mengakselerasi kebangkitan UMKM di tengah pandemi Covid-19 dan adaptasi UMKM menjalani kehidupan normal yang baru, serta mendorong UMKM dalam memanfaatkan peluang untuk bertransformasi dan berinovasi di era digital, selain penyelenggaraan berbagai event promosi seperti KKSU dan capacity building, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama stakeholder terkait, juga terus mendorong transformasi UMKM di bidang digitalisasi baik dari sisi produksi, pemasaran, pembiayaan, maupun pembayaran.

Kegiatan yang digelar selama 3 hari mulai 28-30 Agustus 2020 tersebut, Wiwiek dalam kata sambutannya yang turut dihadiri di antaranya Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting, Kapolda Sumut, Irjen Martuari Sormin, Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Irwansyah tersebut juga menyampaikan kalau upaya yang dilakukan ini sejalan dengan tema besar Bank Indonesia dalam mendorong agar UMKM “naik kelas” dan turut berkontribusi terhadap pencapaian tujuan Bank Indonesia, dalam menciptakan kestabilan harga maupun nilai tukar, serta penurunan defisit transaksi berjalan.

Advertisement

Selain itu, pengembangan UMKM juga diarahkan pada integrasi platform digital dengan makin dominannya interaksi merchant-platform-consumer.

“Hal tersebut antara lain mendorong penggunaan QR Indonesian Standard (QRIS) yang menjadi ujung tombak dalam mendukung transaksi UMKM yang semakin cepat dan efisien, “terangnya sembari menambahkan saat ini dari 46 UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, sejumlah 34 UMKM telah terhubung dengan conversational commerce dan marketplace lokal, maupun nasional dan sejumlah 41 UMKM telah menerapkan pembayaran digital QRIS.

Masih dibilangnya lagi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersinergi dengan stakeholder terkait secara terus menerus melaksanakan kegiatan
pendampingan UMKM melalui program on boarding UMKM, fasilitasi perluasan akses pasar melalui pameran dan business matching, mendorong sinergi
antar UMKM, Wirausaha Unggulan Bank Indonesia, coaching clinic dan program-program lainnya.

Di akhir sambutannya Wiwiek Sisto Widayat juga menekankan kalau bentuk kegiatan KKSU 2020 ini dilakukan yang pertama secara Webinar/seminar/ talkshow yang menghadirkan narasumber level nasional.

Kedua, fashion show yang menampilkan ragam pesona kain Sumut yang merupakan UMKM kain binaan Kpw BI Sumut di Sibolga dan Pematangsiantar, kemudian yang ketiga showcasing atau bazaar produk UMKM sektor fashion dan food

Lalu masih dijelaskannya, ada pojok kopi serta lomba yang terbagi menjadi 2 jenis yaitu Lomba Barista Kopi dan design baju etnik. “Bagi pemenang Lomba Barista dan desain baju etnik masing-masing berhak memperoleh Rp 5 juta untuk pemenang pertama, pemenang kedua Rp 4 juta dan juara ketiga dapat Rp 3 juta, “tutup Wiwiek mengakhiri penjelasannya. (Sarwo)

 

 

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button