Daerah

Warga Kampung Rakyat Apresiasi Kapos Lantas Wak Jon

LABUHANBATU | MIMBARRAKYAT.ID – Hitungan bulan menjabat sebagai Kapos Lantas Kampung Rakyat, Aiptu JD.Saragih bersama anggota dirikan bangunan untuk keperluan penyimpanan Barang Bukti (BB) Pos Lantas Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara.

Salah seorang warga Kampung Rakyat, Gito (38) kepada awak media mengatakan, sebagai warga Kampung Rakyat dia merasa bangga dan memberikan apresiasi kepada Kapos Lantas Kampung Rakyat yang kerap disapa dengan julukan Wak Jon.

BACA JUGA :   Pakaian Adat Budaya se Indonesia Warnai Karnaval di Kabupaten Palas

“Kapos Lantas yang baru ini memang sangat peduli terhadap lingkungan di tempat dirinya bertugas, mau memperhatikan tempat dirinya bekerja, sudah berapa kali berganti Kapos Lantas di Pos Lantas Kampung Rakyat ini, tapi baru “Wak Jon” lah yang peduli terhadap barang bukti laka maupun kendaran yang tidak lengkap surat suratnya yang di tahan di Pos Lantas Kampung Rakyat,” ujar Gito.

Kapos Lantas Kampung Rakyat Aiptu JD.Saragih, pada Rabu (9/9/2020) siang, di ruang kerjanya mengaku risih dengan lingkungan kerjanya.

Advertisement
BACA JUGA :   Tanpa Plang, Pembangunan Irigasi Senilai Rp 11 di Serdang Bedagai Dipertanyakan

“Risih saya melihat BB kita selama ini terkena hujan dan panas, maka dari itu atas ijin dari atasan, bersama anggota saya mempunyai inisiatif untuk membangun gudang BB, selagi saya mampu untuk berbuat baik demi kepentingan orang banyak, itukan tidak salah apalagi ini tempat kerja saya,” ungkap Aipda JD.Saragih.

BACA JUGA :   Leli Ramayulis Ingatkan Warga Pentingnya Proteksi Diri Cegah Covid 19

Aipda JD.Saragih menambahkan, berdirinya bangunan gudang barang bukti ini atas dukungan dan kerjasama dengan anggota secara bergotong royong semi terwujudnya gudang barang bukti di Pos Lantas Kampung Rakyat ini.

“Kami memang harus bersatu padu dengan cara patungan, agar kedepan nya barang bukti di Pos Lantas Kampung Rakyat tetap terjaga dan tidak rusak,” pungkas Aiptu JD.Saragih. (P Nababan/Rudy Wijaya)

Advertisement
Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close