DaerahPolhukam

Soal Gelanggang Tembak Ikan Di Nagori Bandar Rejo, Ini Penjelasan Kapolsek Perdagangan

SIMALUNGUN | MIMBARRAKYAT.ID – Masyarakat yang berada di Huta I, II dan III Nagori Badar Rejo, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) merasa resah atas maraknya permainan ketangkasan tembak ikan di tempat tinggal mereka.

“Kita merasa resah karena game berbau judi itu sudah mulai marak. Kami berharap pihak yang berwajib atau Satpol PP agar bisa membersihkan permainan ini dari Nagori Badar Rejo. Permainan ketangkasan ini menjamur di Huta I, Huta II dan Huta III Nagori Bandar Rejo, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, “ucap warga Boru Sagala ini dengan nada penuh kesal saat ditanya wartawan, Senin (24/08/2020).

Sementara itu menanggapi maraknya perjudian berkedok ketangkasan tersebut, seorang Tokoh Muda Simalungun, Agus Salim Siregar SE mengatakan kalau permainan yang bertujuan untuk mencari untung-untungan itu dikelola secara rapi oleh oknum pengusaha, dengan teknis para pemain membeli koin kepada pengelolanya dengan cara menempelkan sebuah chip kemeja pemain dengan harga Rp100 atau Rp 50 ribu pada setiap koinnya.

Bermodalkan koin yang sudah diisi tersebut, para pemain pun berupaya untuk menembak ikan dengan tombol yang berada di hadapan para pemain agar mendapatkan poin dari hasil tembakan-tembakannya tersebut.

Advertisement

Bila beruntung dan berhasil membunuh ikan-ikan tersebut, dengan otomatis poin para pemain tersebut akan menambah. Pemain yang beruntung mengumpulkan koin-koin hasil tembakannya tersebut dapat kembali menukarkan koin tersebut kepada pihak pengelola untuk kembali mendapatkan uang.

“Masyarakat rencananya akan mendiskusikan keberadaan judi tembak ikan yang berkedok permainan ketangkasan ini bersama tokoh agama dan lainnya untuk mendesak pihak kepolisian dan pemerintah agar dapat mengkaji hal ini. Bila perlu menutup paksa tempat itu,”tandasnya.

Sementara itu secara terpisah, Kapolsek Perdagangan AKP Josia mengatakan kalau beberapa waktu yang lalu pihaknya juga sudah mendapat info tentang kegiatan ini.

Akan tetapi setelah dilakukan lidik ternyata kegiatan tersebut hanya permainan (Games) ketangkasan saja dan bukan merupakan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 KUHP.

“Namun demikian kita akan tetap memantaunya, sekali lagi terimakasih atas perhatiannya yang sudah melaporkan hal tersebut ke pihak Polri dalam hal ini Polsek Perdagangan, “jelas Kapolsek. (rus)

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button