Daerah

Resmikan Kampung Budaya Jawa, Bupati Sebut Sergai Terkenal Berawal dari Kampung Ibus

SERDANG BEDAGAI | MIMBARRAKYAT.ID – Bupati Serdang Bedagai, H Soekirman meresmikan Kampung Budaya Jawa tepatnya di Kampung Ibus Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kamis (14/11/2019) kemarin.

Dalam kesempatannya, Soekirman menceritakan, pada tahun 1989 lalu dirinya telah membantu daerah ini membenahi saluran irigasi agar masyarakat desa mudah dalam mendapatkan pengairan lahan pertanian.

“Dalam hal Pariwisata, saya beberapa waktu yang lalu bertemu pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dipertemukan dengan bintang film nasional. Dalam pertemuan itu dibahas kemungkinan pembuatan film layar lebar yang berlokasi di Kabupaten Sergai. Tentu pertanyaannya adalah yang ingin ditunjukkan dan ditonjolkan apa, serta SDM yang mendukung,” terangnya.

Jika hal ini terwujud, sambung Soekirman, tentunya daerah ini akan terkenal menjadi objek wisata seluruh Indonesia akan menonton.

“Hal ini menjadi tanda-tandanya bahwa Serdang Bedagai ini akan terkenal, dan semuanya diawali di Kampung Ibus ini,” imbuhnya.

BACA JUGA :   Luar Biasa.... Sejam Buat Laporan, Reskrim Kualuh Hulu Bekuk 2 Pencuri Spoerket Excavator

Menurut Soekirman, ada 10 upaya melestarikan keunggulan budaya-budaya kita sesuai UU Nomor 5 Tahun 2017 antara lain yaitu lisan (kata-kata), manuskrip (naskah-naskah kuno), adat, ritus (cara beribadah), pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat seperti gobak sodor, patok lele, serta lainnya dan yang terakhir olahraga tradisional yang kita harapkan di Kampung Ibus ini akan hidup sebab karena disini banyak tokoh dan anak-anak muda yang potensinya sangat luar biasa.

Bupati Soekirman juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI yang telah memberikan bantuan kostum wayang orang guna mendukung upaya menumbuhkan kembali pelestarian budaya khususnya wayang orang yang telah semakin sulit ditemui di Sumut.

“Harapannya agar nantinya kami akan menyampaikan sosialisasi-sosialisi terkait masalah pembangunan, sosial, kemasyarakatan, kesehatan ataupun lainnya melalui media pertunjukan wayang orang sebab bukan hanya suku Jawa yang tertarik, namun juga suku lainnya,” kata Bupati Soekirman

BACA JUGA :   Kapolres Palas Lantik PJU dan Kapolsek

Untuk itu, melalui momen ini pihaknya juga menekankan komitmen akan terus menjalin kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan khususnya Dirjen Budaya agar dapat terus membina mereka, karena pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah telah disusun untuk Tanah Bertuah Negeri Beradat ini.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Jawa, Misnan dalam sambutan mengatakan, kebanggaan dan kehormatan atas dipilihnya Kampung Ibus ini sebagai Kampung Budaya Jawa yang pertama di Kabupaten Sergai. Secara sejarah, suku Jawa pertama kali menginjakkan kakinya di Kabupaten Sergai ini dimasa Kerajaan Melayu sekitar tahun 1908 yang lalu.

“Ucapan terimakasih kepada Bupati-Wabup dan Pemerintahan Kabupaten Sergai yang telah memperhatikan sarana infrastruktur jalan dalam rangka mempersiapkan terbentuknya Kampung Ibus sebagai Kampung Budaya serta kepada seluruh masyarakat Kampung Ibus yang telah bergotongroyong mempersiapkan segalanya hingga terlaksananya kegiatan hari ini,” ujarnya.

Kadis Poraparbud, Sudarno dalam laporanya mengatakan, kegiatan ini bertujuan melestarikan budaya khususnya budaya Jawa di Kabupaten Sergai.

BACA JUGA :   Sekda Palas Minta ASN Tingkatkan Kedisiplinan dan Keprofesionalan

Dalam pelaksanaannya telah dilakukan beberapa kegiatan guna pembentukan Kampung Budaya Jawa di Kampung Ibus Desa Sei Rampah.

Peninjauan lokasi Kampung Ibus guna ditetapkan sebagai Kampung Budaya, disusul pembentukan Struktur Kampung Budaya Jawa, penyerahan bibit tanaman buah dan apotik hidup, penyerahan bantuan pakaian adat, pembuatan gapura Kampung Budaya Jawa, see a peliputan peresmian Kampung Budaya Jawa.

Dalam kegiatan ini turut hadir Perwakilan Dinas Sosial Provsu Kasi Korban Bencana Sosial Muntasyah, perwakilan Forkompimda, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat Sei Rampah Nasaruddin Nasution beserta Muspika, Tokoh Pemekaran H. OK David Purba, Kepala Desa, Tokoh adat dan budaya, tokoh masyarakat, ormas, paguyuban Temu Kangen Bedah Budaya serta Sinar Budaya, dan ratusan masyarakat sekitar.”*

Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: