Daerah

Pasca Jebolnya Bendungan Irigasi, Warga Siborna dan Lumban Huayan Gotong Royong Buat Bendungan Manual

PALAS | MIMBARRAKYAT.ID – Pasca jebolnya bendungan irigasi Lakkut Siborna akibat hantaman arus sungai sosa beberapa waktu lalu, membuat masyarakat Siborna Bunut dan Lumban Huayan, Kecamatan Sosa Julu, Kabupaten Padang Lawas, harus bergotong royong massal membuat bendungan secara manual.

Hal ini dilakukan warga agar areal persawahan petani yang berada di sekitar irigasi Lakukut dapat terairi, sehingga tidak mengalami kekeringan dan gagal panen.

“Gotong royong ini sebagai langkah warga agar pasokan air ke lokasi areal persawahaan dapat cepat naik ke saluran pengairan untuk mengairi ratusan hektar sawah milik warga,” kata Kepala Desa Siborna Bunut, Sahrin Hasibuan, Jumat (7/2/2020).

BACA JUGA :   Serahkan SK Kontrak, Bupati Labuhanbatu : Jangan Lakukan Pengutipan!

Di dampingi Kepala Desa Limban Huayan Marawasin, Sahrin mengatakan, gotong royong ini melibatkan sebanyak 80 warga.

“Melihat semangat warga bergotong royong cukup antusias membuktikan kepedulian untuk membangun desa dalam menopang sumber penghidupan warga setempat,” ungkap Sahrin diamini Tokoh Masyarakat Siborna Bunut, Mara Kombang Hasibuan.

Kata Mara Kombang, berbagai upaya terus dilakukan warga agar air dapat teraliri ke areal persawahan, sebab sebagian tanaman padi sudah mulai kekeringan dan bahkan mulai rusak.

BACA JUGA :   Dealer PT PSJ Raya Sidimpuan Kampanyekan Keselamatan Berkendara di PTPN III Hapesong

“Kita berharap, dengan adanya bendungan secara manual ini, pasokan air dapat kembali mengairi areal persawahan dan kolam ikan tawar yang menjadi sumber kehidupan bagi warga setempat,” ungkapnya.

Mengenai biaya material yang diperlukan untuk membuat bendungan manual tersebut, Sahrin menjelaskan, biayanya bersumber dari swadaya murni masyarakat agar areal persawahan dapat teraliri sesuai yang diharapkan.

Kepala Desa Siborna Bunut, Sahrin Hasibuan bersama Kepala Desa Lumban Huayan, Marawasin Pulungan, tampak turut melaksanakan gotong royong bersama warga membuat bendungan secara manual di lokasi irigasi yang jebol dihantam banjir beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :   Kapolsek Bilah Hilir Serukan Jajarannya Jalankan Fungsi Masing-masing

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Irigasi Batang Angkola, Ir. Daksur Hasibuan yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, untuk tahun 2020 ini, Dinas SDACK & TR Provinsi Sumatera Utara telah menganggarkan penanggulangan irigasi untuk dapat mengairi persawahan masyarakat.

“Pihak Dinas SDACK & TR Sumut dan UPT Pengelolaan Irigasi Batang Angkola serius untuk peningkatan daerah irigasi,” kilahnya. (Ibnu Nasution)

Berikan Komentar:
Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: