DaerahPolhukam

Operasi Pekat, Sat Sabhara Polres Palas Proses Hukum 42 LP Kasus Miras

PALAS | MIMBARRAKYAT.ID – Dalam kurun waktu lima bulan berlangsungnya Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), Sat Sabhara Polres Padang Lawas proses 42 Laporan Polisi (LP) tindak pidana ringan (Tipiring) yang disidangkan di PN Sibuhuan.

Razia pekat dimaksudkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, khususnya di lingkungan masyarakat serta penegakan Perda 07 Tahun 2015 tentang pengendalian, pengawasan dan penertiban minuman beralkohol.

Kapolres Palas, AKBP Jarot Yusviq Andito melalui Kasat Sabhara, AKP Muhammad Husni Yusuf mengatakan, terhitung mulai Maret sampai September selama operasi pekat dengan sasaran judi, miras serta PSK, pihaknya sudah memproses 42 laporan polisi terkait kasus pekat yang menjalani sidang Tipiring di PN Sibuhuan.

Dikatakannya, dari 42 LP tersebut merupakan kasus menyimpan, mengedarkan serta menjual minuman keras yang melanggar Pasal 03 ayat 2 Perda 07 Tahun 2015 tentang pengendalian, pengawasan dan penertiban minuman beralkohol tanpa izin.

“Terbanyak kasus peredaran minuman keras. Untuk Miras kita kenakan tindak pidana ringan (Tipiring). Pemilik cafe dan kedai tuak yang terjaring dilanjutkan ke proses hukum,” kata Yusuf, Selasa (8/9/2020).

Advertisement

Kegiatan cipta kondisi ini, kata Yusuf, akan terus dilakukan Sat Sabhara Polres Palas. “Kita dari pihak kepolisian, ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Palas,” katanya.

Jumlah kasus yang diungkap, kata Yusuf, hasil giat operasi pekat Sat Sabhara Polres Palas sebanyak 42 LP. “Operasi Pekat ini dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh wilayah Polres Palas dan jajaran,” katanya.

Setelah diselidiki, miras yang disita, baik jenis tuak dan minuman botol termasuk ilegal tanpa izin. “Miras itu diamankan di beberapa lokasi cafe dan kedai tuak yang menjual dan menyimpan,” papar Yusuf.

“Para pemilik maupun penjual disangkakan dengan pasal 03 ayat 2 Perda Kabupaten Palas Nomor 07 tahun 2015 tentang pengendalian, pengawasan serta penertiban minuman beralkohol tanpa izin,” tegas Yusuf. (ISN)

Advertisement
Berikan Komentar:

Back to top button