Daerah

Nyaris Roboh, DPT Bantaran Sungai Gelanggang Ancam Keselamatan Warga

PALAS | MIMBARRAKYTA.ID – Kondisi Dek Penahan Tebing (DPT) proyek tahun 2018 lalu di lokasi sungai gelanggang, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, yang menelan biaya Rp 3,4 miliar nyaris ambruk.

Bangunan DPT di bantaran sungai Galanggang itu semakin hari bertambah kemiringan, apalagi saat ini kondisi air Sungai Galanggang terus meluap.

Miringnya bangunan dek dikhwatirkan menjadi ancaman serius bagi anak -anak yang mandi di sungai tersebut. Pasalnya, setiap saat bisa ambruk pada saat anak anak sedang bermain dan mandi yang memanfaatkan dek yang miring sebagai sarana untuk melompat dari atas dek tersebut.

Pemandangan seperti ini hampir setiap hari menjelang sore terlihat di sungai Galanggang, tepatnya di bangunan dek penahan yang menelan biaya Rp3,4 M bersumber dari dana BPBD kabupaten Padanglawas Tahun Anggaran (TA) 2018.

BACA JUGA :   Peningkatan Perekonomian Melalui Akses Pemerataan Infrastruktur

Sejak tergerus air sungai akibat banjir, DPT itu ambruk di akhir tahun 2019 lalu. Saat musim hujan, kondisi bangunan dek penahan yang seharusnya berfungsi sebagai penanggulangan bahaya bencana banjir malah sebaliknya menjadi ancaman bagi warga sekitarnya.

R.Hasibuan, salah seorang warga Lingkungan VII, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun mengatakan, bangunan xek penahan tebing di bantaran sungai Gelanggang tersebut, benar-benar dikhawatir dan menjadi ancaman bagi warga bila dek tumbang dan menimpa anak-anak yang lagi bermain sambil mandi di sungai.

BACA JUGA :   Peringatan Maulid Nabi, Wabup Sergai : Wujud dari Cinta dan Kebanggaan itu juga harus Dibuktikan

“Kita melihat anak -anak tidak merasa takut akan bahaya yang terus mengintai. Bahaya lagi, anak -anak tidak menghiraukan ancaman bahaya yang senantiasa bisa merenggut korban jiwa, apabila roboh secara mendadak,” ungkapnya, Selasa (26/2/2020).

Ditambahkan Hasibuan, masyarakat lingkungan II dan VII Kelurahan Pasar Sibuhuan yang berada di sekitar dek penahan yang roboh semakin resah. Pasalnya, anak-anak warga yang masih berusia dini dan pelajar setiap hari mandi di sungai tersebut sambil bermain-main.

“Warga sekitar dihantui rasa ketakutan terhadap bangunan dek yang ambruk tersebut. Karena bisa saja menimpa anak-anak warga yang lagi mandi di sungai secara mendadak roboh,” ungkap Hasibuan.

BACA JUGA :   Wakil Bupati Palas Touring Lintas Bukit Barisan Kabupaten Palas - Pasaman

Selain bangunan dek yang menjadi ancaman, tambah dia, besi cor beton yang bermunculan juga cukup membahayakan bagi kalangan anak -anak yang memanfaat penahan dek yang roboh itu sebagai sarana untuk melompat dari ketinggian ke sungai gelanggang.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah kabupaten Padang Lawas, H. Hamka Harahap menjelaskan, ambruknya dek penahan itu karena banjir.

Ungkapan senada juga ditegaskan Salvator Sitorus selaku PPK. Dia mengakui, ambruknya proyek DPT yang berada di bantaran sungai Gelanggang murni akibat bencana alam akibat diterjang banjir arus sungai. (Ibnu Nasution)

 

 

Berikan Komentar:
Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: