DaerahPolhukam

Kembali Kambuh Jual Sabu, Ayah Anak 2 di Kampung Banjar Ini Kembali Masuk Bui

LABUHANBATU | MIMBARRAKYAT.ID – Seorang residivis kasus Narkoba harus kembali lagi meringkuk di sel tahanan, setelah aksi mengedarkan Narkoba jenis sabu-sabunya tersebut diketahui oleh polisi.

Tersangka yang diketahui berinisial ZT alias Zait (34) warga Kampung Banjar I, Kelurahan Kota Pinang, Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) inipun berhasil dibekuk personel Satres Narkoba Polres Labuhanbatu dari sekitar tempat tinggalnya, Rabu (18/11/2020) sekira pukul 12.00 WIB.

“Dari tangan tersangka kita juga menyita sabu seberat 7,14 Gram yang dikemas dalam 4 buah plastik klip sebagai barang buktinya, “papar Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan SIK,MH didampingi Kasatres Narkoba, AKP Martualesi Sitepu melalui Kasubag Humas Polres Labuhanbatu, AKP Murniati ketika ditanya wartawan.

Proses penyergapan terhadap residivis kasus Narkoba kambuhan ini bilang Kasubag Humas Polres Labuhanbatu ini, berkat adanya informasi dari Gerakan Masyarakat Labuhanbatu Selatan Perangi Narkoba (GM-LSPN) yang memberikan informasi kepada Polres Labuhanbatu tentang adanya pengedar Narkoba yang sangat meresahkan masyarakat di Kampung Banjar I, Kelurahan Kota Pinang, Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labusel, Provinsi Sumut.

Lantas Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan memerintahkan Kasat Narkoba, AKP Martualesi Sitepu SH MH dan personelnya untuk bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait informasi peredaran Narkoba di pemukiman warga tersebut.

“Begitu di lokasi, tim melihat tersangka ZT alias Zait ini sedang menyerahkan sesuatu bungkusan kecil kepada seseorang di pekarangan rumahnya di Kampung Banjar I, Kelurahan Kota Pinang, Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labusel, Provinsi Sumut. Pada saat disergap, tersangka berusaha melarikan diri namun berhasil diringkus. Saat digeledah tim pun menemukan sabu seberat 7,14 Gram yang dikemas dalam 4 buah plastik klip sebagai barang buktinya, “paparnya.

Advertisement

Dari hasil pemeriksaan tersangka ZT yang merupakan ayah dua orang anak ini mengakui sudah 6 bulan melakukan bisnis haram tersebut. Di mana kata Kasubag Humas, omzet penjualan tersangka ZT ini sekitar 10 Gram/minggunya dengan keuntungan sekitar Rp. 2,5 juta/minggu.

Bahkan tersangka ZT ini juga mengakui sudah kedua kali ini berhadapan dengan penegak hukum. Di mana pada tahun 2018 lalu, dia ditangkap dengan perkara yang sama dan menjalani hukuman 2 tahun penjara. Kemudian sekitar di Bulan Juli 2019 selesai menjalani hukuman, tersangka ZT mengakui memperoleh barang haram tersebut dari seorang laki-laki bernama M dan sampai sekarang Satres Narkoba Polres Labuhanbatu masih melakukan pengejaran dan pencarian terhadap M.

“Tersangka ZT ini kita persangkakan dengan Pasal 114 ayat subs 112 ayat Undang- Undang No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun penjara, “tandasnya mengakhiri penjelasannya. (Sarwo/P Nababan/Rudi Wijaya)

 

 

Advertisement
Back to top button