Daerah

Ditabrak Kapal Cargo, Beginilah Nasib Ketiga Nelayan Kapal Pancing Cumi-cumi di Perairan Belawan

BELAWAN | MIMBARRAKYAT.ID – Tiga orang nelayan terapung-apung di laut hampir selama 2 jam, setelah kapal nelayan jenis pancing cumi-cumi yang mereka tumpangi terbalik ditabrak Kapal Cargo MV Meratus Medan 5, saat akan memasuki Pelabuhan Peti Kemas Gabion Belawan tepatnya di Buoy 5, Kamis (25/7/2019) sekira pukul 21:30 WIB.

Nyawa ketiganya terselamatkan setelah mendapat pertolongan dari kapal nelayan yang akan pulang ke Belawan. Sedangkan kapalnya pecah dan hasil tangkapan cumi- cumi tenggelam bersama mesin gensetnya dan sejumlah peralatan lainnya.

Kepada wartawan, Jumat (26/7/2019), Tekong kapal pancing cumi-cumi, Anto ,35, bersama 2 orang rekannya masing masing Minan,37, dan Amat ,40, ketiganya warga Jalan TM Pahlawan Lorong Supir Kelurahan Belawan l Kecamatan Medan Belawan, Provinsi Sumatera Utara ( Sumut) bahwa kejadian sangat cepat, dan saat itu mereka akan pulang ke Belawan usai melaut.

BACA JUGA :   Polsek Barumun Imbau Warga Cegah Kebakaran Hutan

” Saat berada di Buoy 5 di tempat kapal labuh, kapal kami ditabrak Kapal MV Meratus Medan 5 pas di bagian haluan. Padahal kami sudah memberikan kode tapi nakhoda kapal cargo tersebut tidak menghiraukan dan langsung menabrak kapal kami,” sebut Anto.

Advertisement

Diceritakan Anto, setelah kapalnya ditabrak, mereka terjun ke laut dan sempat terkatung-katung selama 2 jam di perairan Belawan. ” Untung saja ada kapal nelayan yang baru pulang melaut dan menolong kami. Hasil tangkapan berupa cumi-cumi serta mesin genset tenggelam ke dalam laut,” ujarnya.

BACA JUGA :   Kasad di Australia, Pererat Kerjasama Kedua Angkatan Darat

Setelah peristiwa itu, Anto didampingi Ketua HNSI Sumatera Utara, Zulpahri Siagian, Jumat  (26/7/2019) melaporkan peristiwa itu ke kantor Syahbandar Utama Pelabuhan Belawan yang diterima langsung oleh Kepala Syahbandar, Sugeng Wibowo.

Kepala Syahbandar Utama Pelabuhan Belawan, Sugeng Wibowo saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kapal Cargo yang menabrak kapal nelayan dan kini masih dalam pengusutan.

BACA JUGA :   Tiga Pilar Desa di Panai Hilir Berjibaku Antisipasi Karhutla

Sementara itu Ketua HNSI Sumatera Utara, Zulpahri Siagian mengatakan bahwa pihak keagenan kapal harus mengganti kerugian kapal nelayan yang ditabraknya tersebut.

Saat ini kapal MV Meratus Medan 5 sudah selesai membongkar muatannya di dermaga BICT Gabion Belawan dan kapal telah berangkat meninggalkan Pelabuhan Belawan.

“Selain melaporkan masalah ini ke kantor Syahbandar, HNSI juga melaporkan peristiwa tersebut ke Ditpolairud Polda Sumatera Utara,”jelas Zulpahri Siagian. (**)

Advertisement
Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: