Daerah

Cheng Beng di Labuhanbatu Ditiadakan

LABUHANBATU | MIMBARRAKYAT.ID – Komunitas maupun kepanitiaan tradisi Cheng Beng atau ziarah kubur bagi warga keturunan Tionghoa di Labuhanbatu, sepakat meniadakan tradisi tersebut.

Hal itu dalam menyahuti surat edaran Kapolri, menteri agama dan instansi lainnya guna mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19 serta berkoordinasi dengan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat.

Demikian disampaikan Ketua Indonesia Tionghoa (InTi) DR HC Sujian/Acan, Ketua Harian Yayasan Sosial Budi Agung Ir Johny, SE Dip Cim, Ketua Yayasan Buddha Jayanti, Andi Azis mewakili perkuburan Perlayuan, Ketua Perkuburan Pinang Lombang, Kusnar Efendi, Ketua Perkuburan Bakaranbatu/Perisai, Safwan Hadi Umri di Rantauprapat, Rabu (25/3/2020).

BACA JUGA :   Partai Gelora harus Perhatikan 3 Poin ini untuk Mencapai Tujuan

Menurut Acan, Cheng Beng merupakan ziarah kubur sekaligus mempererat tali silaturahim antar anggota keluarga.

“Selain mengenang dan memuliakan orang tua atau leluhur yang sudah meninggal dunia, tradisi ini juga sebagai sarana berkumpulnya saudara, kerabat, dan anak-anak para warga keturunan,” ujarnya.

BACA JUGA :   Gelar Operasi Rutin, Sat Lantas Polres Tanjungbalai Berikan Coklat Bagi Pengendara Lengkap Surat-surat

Namun sambungnya, demi untuk kebersamaan khususnya upaya pencegahan merebaknya Covid-19, mereka sepakat untuk tidak menggelar kegiatan berkaitan adat dan budaya etnis mereka.

Ditambahkan Johny, Cheng Beng biasanya dilaksanakan 10 hari sebelum maupun sesudah tanggal 14 April tahun 2020.

BACA JUGA :   Kapolsek Marbau Turunkan Personel Jaga Kenyamanan Beribadah Jemaat

“Kesepakatan berdasarkan berbagai ketentuan, kita meminta sekaligus menghimbau agar warga, terkhusus etnis Tionghoa tidak berziarah demi kesehatan kita semua dan terima kasih kepada Kapolres Labuhanbatu,” pesannya. (P Nababan/Hendry)

Berikan Komentar:

Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: