Daerah

288 KK Terisolir Pasca Jembatan Gantung Sabahotang Hanyut Terseret Arus Sungai Barumun

PALAS | MIMBARRAKYAT.ID – Pasca banjir dan meluapnya sungai Barumun di Kabupaten Padang Lawas, mengakibatkan jembatan gantung yang sebelumnya telah ambruk menuju Desa Sabahotang, kini hanya tersisa tiang penyangga karena telah hanyut terseret arus sungai.

Informasi yang dihimpun, Jumat (14/2/2020), akibat hujan turun secara terus menerus sepanjang malam dan meluapnya sejumlah sungai di bagian hulu kemarin, menyebab jembatan gantung Sabahotang yang telah ambruk sebelumnya hanyut terseret arus sungai yang cukup deras.

BACA JUGA :   Reses Masa Sidang III, Kholid Mulia Daulay Prioritaskan Jembatan Penghubung Antar Desa

Kepala Desa Sabahotang, Ali Jumroh Hasibuan, mengatakan, titi gantung yang melintang di atas sungai Barumun itu merupakan satu-satunya akses penyeberangan warga. Termasuk untuk membawa hasil pertanian warga sekitar ke pasar maupun sebagai akses mengangkut barang-barang kebutuhan pokok warga desa Sabahotang.

“Akibat hanyutnya semua sisa jembatan ambruk, akhirnya kami warga yang bermukim di Desa Sabahotang menjadi terisolir sebanyak 288 KK yang bermukim di desa ini,” ungkap Jumroh.

BACA JUGA :   Begini Rutinitas Bulanan Pendamping PKH Labuhanbatu

Menurut Jumroh, sebelumnya, sekalipun titi gantung sudah ambruk dan rusak akibat diterjang arus sungai, masih bisa digunakan warga. Sekarang sama sekali tidak bisa lagi digunakan, karena hanya tinggal tiang penyangga.

“Masyarakat sudah mulai mengeluh, karena mengalami kesulitan untuk mengangkut barang-barang kebutuhan pokok, begitu juga hasil pertanian dan perkebunan masyarakat seperti hasil produksi sawit dan karet serta lainnya untuk keluar dari desa,” beber Kepala Desa.

BACA JUGA :   Ambruk Dihantam Banjir, Warga Sabahotang Tantang Maut di Jembatan Rusak

Wakil Ketua Komisi C, Elfin H. Harahap dan sekretaris, Raja P. Nasution bersama anggota H Puli Parisan Lubis meminta pemerintah segera mengambil tindakan secepatnya agar akses masyarakat dapat teratasi, sehingga tidak semakin terisolir akibat tidak adanya akses kedesa tersebut karena jembatan gantung sudah hanyut seluruhnya hanya tinggal puing tonggak yang terlihat. (Ibnu Nasution)

Berikan Komentar:
Tags
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: